Islam > Jadwal Sholat
Berikut jadwal sholat untuk ribuan kota di seluruh dunia. Jadwal sholat diatur berdasarkan benua. Klik negara Anda dan pilih kota Anda. Anda dapat menyesuaikan pengaturan seperti sudut perhitungan Fajr atau format waktu (12/24).
Diperbarui pada 22 Februari 2026 pukul 00h09
Daftar Isi :
Klik bendera negara untuk melihat jadwal sholat. Anda akan menemukan sebagian besar negara tercantum di bawah:
Perhitungan waktu sholat didasarkan pada 2 data astronomi. Tanpa deklinasi matahari dan persamaan waktu, tidak mungkin menghitung waktu sholat.
Persamaan waktu adalah perbedaan antara waktu matahari nyata ketika matahari melintasi meridian, dan waktu matahari rata-rata yang digunakan dalam jam. Karena Bumi bergerak dengan kecepatan yang bervariasi melalui orbit elipsnya, perbedaannya bisa mencapai 16 menit.
Deklinasi matahari adalah sudut antara sinar matahari dan khatulistiwa. Karena Bumi miring pada porosnya, sudut deklinasi terus berubah. Setiap tahun berubah dari -23,44 derajat menjadi +23,44 derajat tergantung musim.
Untuk menghitung waktu sholat untuk lokasi tertentu, Anda hanya perlu mengetahui garis lintang, garis bujur, dan zona waktu lokal. Persamaan waktu (EqT) dan deklinasi matahari (D) diperoleh menggunakan algoritma.
Rumus di bawah ini menghitung waktu tengah hari, ketika matahari mencapai titik tertinggi di langit. Margin kecil biasanya ditambahkan untuk Dzuhur:
Terbit matahari, disebut "Syuruq" dalam bahasa Arab, menandai akhir waktu sholat Subuh. Perhitungannya didasarkan pada perbedaan waktu antara tengah hari dan saat matahari mencapai sudut α di bawah cakrawala.
Terbit dan terbenam matahari astronomis terjadi pada α = 0. Namun, karena pembiasan cahaya oleh atmosfer Bumi, terbit matahari sebenarnya muncul sedikit sebelum terbit matahari astronomis. Pembiasan atmosfer ini diperkirakan sekitar 0,833 derajat.
Penting untuk dicatat bahwa Muslim tidak boleh sholat selama terbit matahari. Periode terlarang ini berlangsung sekitar 15-20 menit setelah terbit matahari terlihat.
Perhitungan waktu Subuh (fajar) dan Isya (malam) adalah topik perdebatan paling penting mengenai waktu sholat. Kedua sholat ini terkait dengan senja astronomis.
Para ulama berbeda pendapat tentang sudut yang digunakan untuk menghitung waktu sholat ini. Ada beberapa konvensi yang digunakan di berbagai negara:
Pilihan metode umumnya tergantung pada wilayah geografis dan rekomendasi dari otoritas keagamaan setempat.
Sholat Ashar (sore) adalah sholat wajib ketiga dalam sehari. Perhitungannya didasarkan pada panjang bayangan benda relatif terhadap matahari.
Ada dua pendapat hukum tentang cara menentukan awal waktu Ashar:
Dalam praktiknya, ini berarti waktu Ashar menurut mazhab Hanafi umumnya terlambat sekitar 45 menit hingga 1 jam dibandingkan dengan pendapat mayoritas.
Maghrib (terbenam matahari) adalah sholat keempat dalam sehari dan juga menandai waktu berbuka puasa selama Ramadhan. Sholat ini dimulai setelah matahari sepenuhnya tenggelam di bawah cakrawala.
Berlawanan dengan yang mungkin dipikirkan, matahari tidak menghilang secara instan di cakrawala. Dibutuhkan sekitar 2-3 menit agar piringan matahari melewati sepenuhnya di bawah garis cakrawala.
Untuk kehati-hatian, beberapa ulama merekomendasikan menunggu beberapa menit tambahan setelah waktu yang dihitung sebelum memulai sholat atau berbuka puasa.
Isya (malam) adalah sholat wajib kelima dan terakhir dalam sehari. Dimulai ketika cahaya merah senja benar-benar menghilang di cakrawala barat.
Seperti Subuh, perhitungan Isya tergantung pada sudut yang dipilih untuk menentukan akhir senja. Sudut ini bervariasi antara 12° dan 18° tergantung pada konvensi yang digunakan.
Perlu dicatat bahwa waktu Isya berlanjut hingga pertengahan malam Islami (pertengahan antara Maghrib dan Subuh), meskipun direkomendasikan untuk menunaikannya di sepertiga pertama malam.
Di lintang tinggi (di atas sekitar 48°), senja bisa berlangsung sepanjang malam selama bulan-bulan tertentu dalam setahun, terutama di musim panas. Dalam kondisi ini, kriteria astronomis standar tidak memungkinkan perhitungan waktu Subuh dan Isya dengan benar.
Fenomena ini terutama mempengaruhi negara-negara Nordik seperti Swedia, Norwegia, Finlandia, tetapi juga Prancis utara, Belgia dan Jerman utara selama bulan Juni dan Juli.
Untuk mengatasi situasi luar biasa ini, para ulama telah mengusulkan beberapa alternatif:
Pilihan metode tergantung pada rekomendasi dari otoritas keagamaan setempat. Disarankan untuk berkonsultasi dengan masjid Anda untuk mengetahui metode yang diterapkan di wilayah Anda.
Selama bulan Ramadhan yang diberkahi, waktu sholat memiliki kepentingan khusus, bahkan bagi mereka yang belum sholat.
Durasi puasa bervariasi sesuai musim dan lokasi geografis. Di musim panas, di negara-negara Eropa utara, puasa bisa berlangsung lebih dari 18 jam. Untuk mengetahui dengan tepat waktu sholat selama Ramadhan di kota Anda, kami menyediakan kalender lengkap.