Islam > Hadis > Keutamaan dan adab > Janganlah kalian mengatakan tuan kepada orang munafik, karena jika benar dia seorang tuan …
Hadis sahihDiperbarui pada 26 Oktober 2026 pukul 23.26
📖 1 menit bacaعن بُريدة رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : «لا تقولوا للمُنَافق سَيِّدٌ، فإنه إن يَكُ سَيِّدًا فقد أسْخَطْتُمْ ربكم عز وجل ».
Makna hadis ini ialah bila seorang munafik adalah tokoh dan pembesar di kaumnya dan kalian menyematkan kepadanya gelar "tuan" maka kalian telah membuat Allah murka; karena hal itu merupakan bentuk pengagungan kepadanya sementara dia tidak berhak diagungkan. Kemudian bila dia bukan seorang pemuka atau pembesar di kaumnya, maka hal itu adalah bentuk kedustaan dan kemunafikan. Sehingga di dua keadaan ini dilarang menyematkan gelar tuan kepada seorang munafik. Semisal dengannya ialah orang kafir, fasik, dan ahli bidah. Mereka tidak patut mendapat gelar tuan secara mutlak. Larangan ini berlaku umum bagi sahabat dan orang setelah mereka. Orang-orang munafik di masa sahabat terbagi dua, yaitu: Pertama, orang-orang munafik yang hanya diketahui oleh Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- dan pemegang rahasia beliau, yaitu Ḥużaifah -raḍiyallāhu 'anhu-. Kedua, orang-orang munafik yang diketahui kemunafikannya oleh para sahabat seperti Abdullah bin Ubay; pada mereka inilah hadis ini berlaku.
Kategori : Adab-adab Syar'i · Adab Berbicara dan Diam · Keutamaan dan Adab · Ucapan-ucapan Terlarang dan Penyakit Lidah