Beranda > Shalawat untuk Nabi
Bershalawat untuk Nabi (ash-shalatu 'alan-nabi) berarti memohon kepada Allah agar melimpahkan shalawat dan salam atas Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, sebagaimana perintah Al-Qur'an : « Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bershalawatlah untuknya dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan » (Surah al-Ahzab ayat 56). Ini adalah salah satu ibadah yang paling sering dalam hidup seorang muslim : dalam shalat, setelah adzan, pada hari Jumat, dalam doa, dan setiap kali nama Nabi disebut.
Kitab-kitab hadits shahih mencurahkan bab-bab khusus untuk ibadah ini : Muslim dalam Shahih-nya, at-Tirmidzi dalam bab keutamaannya, al-Baihaqi dalam as-Sunan al-Kubra, dan an-Nawawi dalam Riadhus Shalihin. Halaman ini merangkum intinya ; setiap perkara dijelaskan lebih rinci pada halaman-halaman dossier di bawah, beserta nash dan derajat keshahihannya.
Di halaman ini
Diperbarui pada 05 Oktober 2026 pukul 00.30
📖 5 menit baca« Bershalawat untuk seseorang » tidak bermakna sama tergantung siapa pelakunya. Dari Allah, shalawat adalah rahmat dan pujian : Allah memuji Nabi-Nya di hadapan para malaikat-Nya dan menyelimutinya dengan karunia-Nya. Dari para malaikat, shalawat adalah permohonan ampun untuknya. Dari orang-orang beriman, shalawat adalah doa.
Para sahabat sudah tahu cara mengucapkan salam, lalu mereka bertanya : « Kami tahu cara mengucapkan salam kepadamu ; bagaimana cara bershalawat untukmu ? » Nabi membacakan kepada mereka bacaan lengkap yang sejak itu dikenal sebagai shalawat Ibrahimiyyah :
Bacalah : « Ya Allah, limpahkanlah shalawat atas Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah melimpahkan shalawat atas keluarga Ibrahim ; dan berkatilah Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah memberkati keluarga Ibrahim. Sungguh, Engkau Maha Terpuji, Maha Mulia. »
Muslim dalam Shahih-nya (406) ; makna yang sama juga dalam al-Bukhari dan Muslim
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
Bacaan pendek « Allahumma shalli 'ala Muhammad » (Ya Allah, limpahkanlah shalawat atas Muhammad) sudah memenuhi perintah umum. Varian para sahabat, transliterasinya, dan kedudukannya dalam tasyahhud dijelaskan pada halaman cara bershalawat untuk Nabi.
Balasan yang paling terkenal adalah sepuluh berlipat satu :
« Barangsiapa bershalawat atasku satu kali, maka Allah bershalawat atasnya sepuluh kali. »
Muslim (408) ; at-Tirmidzi (485) : hadits hasan shahih
Ditambah lagi kedekatan pada hari Kebangkitan (« orang-orang yang paling berhak dekat denganku adalah yang paling banyak bershalawat atasku », at-Tirmidzi 484, hasan gharib) dan dihadirkannya shalawat umat kepada Nabi setiap hari Jumat (Abu Dawud 1047, sanadnya dinilai shahih oleh an-Nawawi). Hadits yang populer « barangsiapa lupa bershalawat atasku, ia tersesat jalan ke surga » justru dinilai dhaif oleh para muhaddits : kami mengutipnya dengan keterangan demikian pada halaman keutamaan bershalawat untuk Nabi.
Kaidah dasarnya : setiap kali nama Nabi disebut. Waktu-waktu yang memiliki landasan nash yang jelas :
Bukti lengkapnya ada pada halaman kapan bershalawat untuk Nabi.
Menulis « SAW », « sws », atau huruf « ص » sebagai ganti bacaan lengkap adalah kebiasaan yang dipermasalahkan oleh para ulama hadits : Ibnu ash-Shalah dalam Muqaddimah-nya, an-Nawawi dalam at-Tibyan, lalu as-Sakhawi dalam Al-Qawl al-Badi' (satu kitab utuh khusus membahas topik ini) mengajarkan agar menulis bacaannya secara utuh, karena singkatan tidak memenuhi perintah Al-Qur'an dan Sunnah. Simbol ﷺ termasuk pendapat yang sama.
Yang boleh ditulis : bacaan lengkap dalam bahasa Arab (صلى الله عليه وسلم), transliterasinya secara utuh, atau terjemahannya (« semoga shalawat dan salam tercurah atasnya »). Rincian dan seluruh ejaannya ada pada halaman shallallahu 'alaihi wa sallam.
Klik kartu atau tombolnya : setiap klik berpindah ke bacaan berikutnya, beserta teks Arabnya, transliterasinya, dan terjemahannya.
« Semoga Allah melimpahkan shalawat dan salam atasnya » : dari Allah, shalawat adalah rahmat dan pujian ; orang beriman memohon kepada Allah agar menghormati Nabi-Nya. Dalam bahasa Arab ia ditulis صلى الله عليه وسلم.
Bacaan lengkap yang diajarkan Nabi : « Allahumma shalli 'ala Muhammadin wa 'ala aali Muhammad, kamaa shallaita 'alaa aali Ibraaheema innaka Hameedum Majeed ; Allahumma baarik 'ala Muhammadin wa 'ala aali Muhammad, kamaa baarakta 'alaa aali Ibraaheema innaka Hameedum Majeed » (Muslim, 406). Bacaan pendeknya : « Allahumma shalli 'ala Muhammad ».
Sepuluh shalawat Allah untuk satu kali bacaan (Muslim, 408), penghapusan dosa dan pencatatan kebaikan menurut riwayat al-Hakim (al-Mustadrak, 2018), serta kedekatan terbesar dengan Nabi pada hari Kebangkitan (at-Tirmidzi, 484).
Setiap kali nama Nabi disebut, setelah adzan, dalam tasyahhud shalat, pada hari Jumat siang dan malamnya, serta sebagai pembuka dan penutup doa.
Para ulama hadits (Ibnu ash-Shalah, an-Nawawi, as-Sakhawi) memermasalahkan singkatan : tulislah bacaannya secara utuh, dalam bahasa Arab, huruf latin, atau terjemahannya.