Islam > Hadis > Keutamaan dan adab > Apabila telah berlalu sepertiga malam, Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bangun ke…
Hadis hasanDiperbarui pada 26 Oktober 2026 pukul 23.26
📖 2 menit bacaعن أبي بن كعب رضي الله عنه : كان رسولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم إذا ذَهَبَ ثُلثُ الليلِ قامَ، فقال: "يا أيها الناسُ، اذكروا اللهَ، جاءت الرَّاجِفَةُ، تَتْبَعُها الرَّادِفَةُ، جاءَ الموتُ بما فيه، جاءَ الموتُ بما فيه"، قلتُ: يا رسول الله، إني أُكْثِرُ الصلاةَ عليكَ، فكم أجعلُ لكَ من صلاتِي؟ فقالَ: "ما شِئتَ"، قلتُ: الرُّبُعَ؟، قالَ: "ما شئتَ، فإنْ زِدتَ فهو خيرٌ لكَ"، قلتُ: فالنّصفَ؟، قالَ: "ما شئتَ، فإن زِدتَ فهو خيرٌ لكَ"، قلتُ: فالثلثين؟ قالَ: "ما شئتَ، فإن زدتَ فهو خيرٌ لكَ"، قلتُ: أجعلُ لكَ صلاتِي كُلَّها؟ قالَ: "إذاً تُكْفى هَمَّكَ، ويُغْفَرَ لكَ ذَنبُكَ".
Di awal hadis disebutkan bahwa Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- apabila bangun di sepertiga malam, beliau bersabda untuk mengingatkan umatnya dari kelalaian dan mengajaknya untuk mengerjakan sesuatu yang mengantarkannya pada keridaan Allah -Subḥānahu wa Ta'ālā- berupa kesempurnaan rahmat-Nya, "Hai sekalian manusia, ingatlah Allah (berzikirlah)!" yakni, dengan lisan dan hati agar membawa apa yang dapat diraih dari buah zikir berupa memperbanyak kebajikan dan meninggalkan yang lainnya.
Dalam hadis itu juga disebutkan bahwa penanya mempunyai doa yang selalu diulangi untuk dirinya, maka ia bisa menjadikan sepertiga doanya untuk Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-. Selawat kepadanya adalah doa, dan mungkin saja doa itu setengahnya untuk beliau, atau juga seluruh doanya untuk beliau. Seperti berselawat kepadanya sebagai ganti berdoa untuknya. Dalam hadis disebutkan bahwa Siapa yang berselawat kepada Nabi satu kali, maka Allah berselawat kepada orang itu sepuluh kali." HR. Muslim dari hadis Abu Hurairah, sehingga pahala selawatnya cukup untuknya. Karena itu, beliau bersabda, "Jika demikian maka akan dihilangkan keprihatinanmu serta diampuni dosamu." Yakni, sesungguhnya engkau hanya meminta hilangnya sebab bahaya yang meninggalkan kesedihan dan menyebabkan dosa. Jika engkau berselawat kepadaku sebagai ganti doamu, maka tercapailah maksudmu. Mungkin juga maksud hadis ini adalah memasukkan Nabi dalam doanya. Seolah-olah orang tersebut berkata, "setiap kali aku berdoa maka aku berselawat untukmu". Ini bukan berarti cukup berselawat saja tanpa perlu berdoa, tetapi maksudnya adalah menggabungkan keduanya, sebagai bentuk pengamalan semua nas-nas yang ada.
Kategori : Fikih Doa dan Zikir · Adab Berdoa · Keutamaan dan Adab