Rasulullah -ṣallallāhu 'alahi wa sallam- bila berada di atas kendaraan dengan tujuan akan …

Islam > Hadis > Keutamaan dan adab > Rasulullah -ṣallallāhu 'alahi wa sallam- bila berada di atas kendaraan dengan tujuan akan …

Hadits diriwayatkan oleh Diriwayatkan oleh Muslim

Hadis sahih

Diperbarui pada 26 Oktober 2026 pukul 23.26

📖 2 menit baca

Teks hadits: Rasulullah -ṣallallāhu 'alahi wa sallam- bila berada di…

عن عبد الله بن عمر رضي الله عنهما أن رسول الله صلى الله عليه وسلم كان إذا استَوَى على بَعِيره خارجًا إلى سَفَر، كَبَّرَ ثلاثا، ثم قال: «سبحان الذي سخَّر لنا هذا وما كُنَّا له مُقْرِنِينَ وإنَّا إلى ربِّنا لـمُنْقَلِبُون، اللهم إنَّا نَسْأَلُك في سفرنا هذا البِرَّ والتَّقْوَى، ومن العمل ما تَرْضَى، اللهم هَوِّنْ علينا سفرنا هذا واطْوِ عنا بُعْدَه، اللهم أنت الصاحب في السفر، والخليفة في الأهل، اللهم إني أعوذ بك مِن وَعْثَاء السفر، وكآبة الـمَنْظر، وسوء الـمُنْقَلَب في المال والأهل والولد». وإذا رجع قالهن. وزاد فيهن «آيبون تائبون عابدون لِربنا حامدون».
وفي رواية: كان النبي صلى الله عليه وسلم إذا قَفَل من الحج أو العمرة، كلما أَوْفَى على ثَنِيَّة أو فَدْفَدٍ كَبَّرَ ثلاثا، ثم قال: «لا إله إلا الله وحده لا شريك له، له الملك وله الحمد، وهو على كل شيء قدير، آيِبون، تائبون، عابدون، ساجدون، لربنا حامدون، صدَق الله وَعْدَه، ونصَر عَبْدَه، وهزَم الأحزابَ وحده». وفي لفظ: إذا قَفَل من الجيوش أو السَّرايا أو الحج أو العمرة.

Penjelasan hadits: Rasulullah -ṣallallāhu 'alahi wa sallam- bila berada di…

Dalam hadis ini, Ibnu Umar -raḍiyallāhu 'anhumā- menjelaskan bahwa bila Nabi -ṣallallāhu 'alahi wa sallam- berada di atas untanya dengan tujuan hendak bepergian maka beliau bertakbir tiga kali. Kemudian membaca doa agung ini yang memuat makna-makna mulia, yaitu: menyucikan Allah-'Azzā wa Jallā- dari segala kebutuhan dan kekurangan; menghadirkan perasaan besarnya nikmat Allah atas hamba-Nya; juga berlepas diri dari segala kemampuan dan kekuatan (selain-Nya); kembali kepada-Nya; lalu memohon kebaikan, keutamaan, takwa dan pertolongan untuk melakukan amal kebajikan. Di dalamnya juga mengandung makna tawakal dan berserah diri secara total kepada Allah -Ta’ālā-. Dalam doa itu juga ada permintaan perlindungan diri dan keluarga, dan agar diringankan-Nya perjalanan serta dijauhkan dari mara bahaya seperti musibah yang akan menimpa keluarga, harta, atau anak sekembalinya dari perjalanan.

Dalam riwayat yang lain Ibnu Umar menyebtulkan bahwa Rasulullah -ṣallallāhu 'alahi wa sallam- ketika pulang dari bepergian maka beliau membaca doa ini dan menambahkan, “Kami (para rombongan) kembali pulang, bertobat (dari segala dosa), selalu beribadah dan kepada Allah kami memuji (bersyukur atas keselamatan kami).” Saat melewati tanjakan beliau bertakbir, sehingga beliau pun merasakan rendah diri di hadapan keagungan Allah -'Azzā wa Jallā-, lalu beliau mengucapkan, "Lā ilāha illallāhu waḥdahū lā syarīka lahū..." sebagai bentuk pengakuan bahwa Dia Maha Esa dari segi ulūhiyyah, rubūbiyah, nama-nama dan sifat-sifat-Nya, dan bahwasanya Dia juga adalah Maha Penolong para wali dan bala tentara-Nya (yang menolong agama-Nya).

Kategori : Adab-adab Syar'i · Fikih Doa dan Zikir · Adab dan Hukum Safar · Doa-doa Ma`ṡūr · Keutamaan dan Adab

بسم الله الرحمن الرحيم Sel 15 Jumadil Awal
الثلاثاء 15 جمادى الأولى
بدر Bulan Purnama Hari 16.5 / 29.5
Iluminasi 97%
Bulan baru dalam 13 hari
الله أكبر Allah Maha Besar

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.

QS. Al-Ahzab: 56

Shalawat Nabi