Apabila kami mendaki maka kami bertakbir dan apabila kami turun maka kami bertasbih

Islam > Hadis > Keutamaan dan adab > Apabila kami mendaki maka kami bertakbir dan apabila kami turun maka kami bertasbih

Hadits diriwayatkan oleh Diriwayatkan oleh Bukhari - Diriwayatkan oleh Abu Daud

Sahih dengan dua riwayatnya

Diperbarui pada 26 Oktober 2026 pukul 23.26

📖 2 menit baca

Teks hadits: Apabila kami mendaki maka kami bertakbir dan apabila ka…

عن جابر رضي الله عنه قَالَ: كُنَّا إِذَا صَعِدْنَا كَبَّرْنَا، وَإِذَا نَزَلْنَا سَبَّحْنَا.
عن ابن عمر رضي الله عنهما قالَ: كانَ النبيُّ صلى الله عليه وسلم وجيُوشُهُ إِذَا عَلَوا الثَّنَايَا كَبَّرُوا، وَإِذَا هَبَطُوا سَبَّحُوا.

Penjelasan hadits: Apabila kami mendaki maka kami bertakbir dan apabila ka…

Korelasi takbir saat naik ke tempat tinggi karena arogansi dan ketinggian disukai oleh jiwa, serta di dalamnya terdapat unsur keangkuhan sehingga jiwanya merasa besar. Karena itu, ia mengucapkan, "Allah Maha Besar." Yakni, agar mengembalikan jiwanya kepada kehinaan. Sedangkan keangkuhan adalah milik Allah Yang Maha Mulia dan Maha Agung. Karena itu, bagi siapa yang merasa tinggi diperintahkan untuk segera menyebut keagungan Allah -Ta'ālā- dan Dia lebih besar dari segala sesuatu. Ia mengagungkan Allah untuk mensyukuri-Nya sehingga Allah menambahkan karunia-Nya. Korelasi tasbih saat turun karena tempat rendah adalah titik kesempitan sehingga ia pun diperintahkan untuk bertasbih. Sebab, tasbih adalah salah satu sebab kelapangan. Hal ini sebagaimana terjadi dalam kisah Yunus -'Alaihissalām- saat bertasbih di kegelapan, lalu ia pun diselamatkan dari kesusahan. Turun juga merupakan kerendahan, kesempitan dan kehinaan. Ia mengucapkan, "Subḥānallāh (Mahasuci Allah), artinya aku menyucikan Allah -Subḥānahu wa Ta'ālā- dari kerendahan dan penurunan, karena Allah -Subḥānahu wa Ta'ālā- itu di atas segala sesuatu. Diantara adab yang disunahkan yang berasal dari petunjuk Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- dan para sahabatnya, bahwa jika engkau naik, ucapkanlah: "Allah Maha Besar." Jika engkau menuruni lembah, engkau mengucapkan, "Mahasuci Allah." Demikian juga pesawat ketika naik, penumpang bertakbir, dan ketika mendarat di bandar, penumpang bertasbih. Sebab, tidak ada beda antara posisi naik di udara dan turun darinya atau posisi di atas bumi. Hanya Allah Pemberi taufik.

Kategori : Adab-adab Syar'i · Fikih Doa dan Zikir · Adab dan Hukum Safar · Zikir-zikir Untuk Urusan Mendadak · Keutamaan dan Adab

بسم الله الرحمن الرحيم Sel 15 Jumadil Awal
الثلاثاء 15 جمادى الأولى
بدر Bulan Purnama Hari 16.5 / 29.5
Iluminasi 97%
Bulan baru dalam 13 hari
سبحان الله Maha Suci Allah

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.

QS. Al-Ahzab: 56

Shalawat Nabi