Tatkala Allah menciptakan Adam, Dia mengusap punggungnya, maka berjatuhanlah semua ruh yan…

Islam > Hadis > Akidah > Tatkala Allah menciptakan Adam, Dia mengusap punggungnya, maka berjatuhanlah semua ruh yan…

Hadits diriwayatkan oleh Diriwayatkan oleh Tirmiżi

Hadis sahih

Diperbarui pada 26 Oktober 2026 pukul 23.26

📖 2 menit baca

Teks hadits: Tatkala Allah menciptakan Adam, Dia mengusap punggungny…

عن أبي هريرة رضي الله عنه ، قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : «لما خلق اللهُ آدمَ مسح ظهره، فسقط من ظهره كل نَسَمة هو خالقها من ذُرِّيته إلى يوم القيامة، وجعل بين عيني كل إنسان منهم وَبِيصًا من نور، ثم عرضهم على آدم فقال: أي رب، مَن هؤلاء؟ قال: هؤلاء ذريتك، فرأى رجلا منهم فأعجبه وَبِيصُ ما بين عينيه، فقال: أي رب مَن هذا؟ فقال: هذا رجل من آخر الأمم من ذُرِّيتك يقال له: داود. فقال: رب كم جعلتَ عُمُرَه؟ قال: ستين سنة، قال: أي رب، زِده من عُمُري أربعين سنة. فلما قضي عمر آدم جاءه مَلَكُ الموت، فقال: أوَلَم يبقَ من عمري أربعون سنة؟ قال: أوَلَم تُعْطِها ابنَك داود قال: فجَحَدَ آدمُ فجحدت ذُرِّيتُه، ونسي آدمُ فنسيت ذُرِّيتُه، وخَطِئ آدم فخَطِئت ذُرِّيتُه».

Penjelasan hadits: Tatkala Allah menciptakan Adam, Dia mengusap punggungny…

Tatkala Allah menciptakan Adam, Dia mengusap punggungnya, maka keluarlah dari punggungnya (Adam) setiap orang yang Dia-lah Penciptanya dari anak keturunannya sampai hari Kiamat. Proses usapan-Nya dan keluarnya setiap orang ini adalah secara hakiki, tidak boleh ditakwilkan dengan makna yang merubah makna teks lahirnya sebagaimana dalam mazhab Ahlus Sunah. Ketika Allah mengeluarkan mereka dari punggung Adam, Dia menjadikan di antara kedua mata setiap orang dari mereka kilatan dan kilauan dari cahaya, kemudian Dia menunjukkan mereka kepada Adam, lalu Adam berkata, "Wahai Rabb, siapakah mereka?" Allah -Ta’ālā- berfirman, "Mereka adalah keturunanmu." Lantas dia melihat seorang laki-laki di antara mereka yang kilatan cahaya di antara kedua matanya membuatnya takjub. Lalu ia berkata, "Wahai Rabb-ku, siapakah ini?", Allah -Ta’ālā- berfirman, "Dia Daud." Maka Adam berkata, "Rabb-ku, berapakah Engkau jadikan umurnya?", Kata Allah, "Enam puluh tahun." Adam berkata lagi, "Rabb-ku, tambahkan umurnya dari umurku sebanyak empat puluh tahun." Maka tatkala umur Adam telah habis dan tersisa hanya empat puluh tahun, Malaikat Maut pun mendatanginya untuk mencabut nyawanya. Adam pun berkata, "Sungguh masih tersisa dari umurku empat puluh tahun." Maka Malaikat berkata kepadanya, "Sungguh engkau telah memberikannya kepada putramu Daud." Sungguh Adam telah mengingkari hal itu karena dia (Daud) masih di alam ruh, sehingga ia tidak menyangka kedatangan Malaikat Maut, sehingga anak keturunannya pun mengingkari hal itu. Adam juga lupa, maka anak keturunannya juga lupa, dan Adam melanggar, maka anak keturunannya juga melanggar karena seorang anak pasti menyerupai bapaknya. Adapun Dawud ini, dulu umurnya yang tertulis empat puluh tahun kemudian Allah menjadikannya enam puluh tahun dan Allah Maha Mengetahui apa yang telah terjadi, yang akan terjadi, dan apa yang belum terjadi jika ia terjadi; bagaimana keadaannya sebelum terjadi dan setelah terjadi. Dia Maha Mengetahui apa yang Ia tuliskan/tetapkan untuknya dan apa yang Dia tambahkan untuknya setelah itu. Sedangkan para malaikat tidak memiliki ilmu kecuali apa yang telah Allah ajarkan kepada mereka dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu sebelum terjadinya dan setelah terjadinya. Oleh karena itu, para ulama berkata, "Sesungguhnya penghapusan dan penetapan (takdir) terdapat di dalam suhuf (buku catatan) para malaikat, adapun ilmu Allah -Ta’ālā- maka tidak berbeda-beda, dan tidak ada yang tidak diketahui bagi Allah tentang sesuatu yang seolah-olah sebelumnya Dia tidak mengetahuinya, dan dalam ilmu Allah ini tidak ada penghapusan dan tidak ada pula penetapan (setelah dihapuskan).

Kategori : Akidah · Iman Kepada Qaḍā` dan Qadar · Masalah-masalah Qaḍā` dan Qadar

بسم الله الرحمن الرحيم Sel 15 Jumadil Awal
الثلاثاء 15 جمادى الأولى
بدر Bulan Purnama Hari 16.5 / 29.5
Iluminasi 97%
Bulan baru dalam 13 hari
الحمد لله Segala puji bagi Allah

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.

QS. Al-Ahzab: 56

Shalawat Nabi