Islam > Hadis > Akidah > Bagaimana mungkin aku bersenang-senang, sementara malaikat peniup sangkakala telah meletak…
Hadis sahihDiperbarui pada 26 Oktober 2026 pukul 23.26
📖 1 menit bacaعن أبي سعيد الخدري رضي الله عنه ، قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : «كيف أَنْعَمُ وقدِ الْتَقَمَ صاحبُ القَرْنِ القَرْنَ وحَنَى جَبهتَه وأَصْغَى سمعَه ينتظرُ أنْ يُؤمَرَ أنْ يَنْفُخَ فينفخُ» قال المسلمون: فكيف نقولُ يا رسولَ الله؟ قال: «قولوا: حسبُنا اللهُ ونِعْمَ الوَكيلُ توكَّلنا على اللهِ ربِّنا» وربما قال سفيان: على الله توكَّلنا.
Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda dalam hadis tersebut, "Bagaimana mungkin aku senang dan bahagia di dunia, serta menikmatinya, sedangkan urusan kiamat sudah dekat, dan malaikat yang bertugas meniup sangkakala -yaitu Israfil- telah meletakkan sangkakala di mulutnya, menundukkan kepalanya, dan bersiap siaga menanti perintah untuk meniup sangkakala agar ia segera meniupnya hingga semua yang ada di langit dan di bumi pingsan, dan terjadilah kiamat?" Tampaknya hal ini -yaitu dekatnya kejadian kiamat- memberatkan dan membebani perasaan para sahabat Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- lalu mereka bertanya, "Apa yang harus kami ucapkan wahai Rasulullah?" Lantas Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda kepada mereka, "Katakanlah: Ḥasbunallāhu wa ni'mal-wakīl. Tawakkalnā 'allallāhi rabbinā" Yakni, ucapkanlah, "Allah yang mencukupkan kita, dan Dia penanggung kami dan Dia sebaik-baik penanggung, serta kami bertawakal kepada-Nya -subḥānahu-.
Kategori : Akidah · Iman Kepada Hari Akhir · Kehidupan Akhirat