Islam > Hadis > Akidah > Wahai manusia! Hindarilah sikap berlebihan dalam agama. Sesungguhnya yang membinasakan ora…
SahihDiperbarui pada 26 Oktober 2026 pukul 23.26
📖 1 menit bacaعَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رضي الله عنهما قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ غَدَاةَ الْعَقَبَةِ وَهُوَ عَلَى نَاقَتِهِ: «الْقُطْ لِي حَصًى» فَلَقَطْتُ لَهُ سَبْعَ حَصَيَاتٍ، هُنَّ حَصَى الْخَذْفِ، فَجَعَلَ يَنْفُضُهُنَّ فِي كَفِّهِ وَيَقُولُ: «أَمْثَالَ هَؤُلَاءِ فَارْمُوا» ثُمَّ قَالَ: «أَيُّهَا النَّاسُ، إِيَّاكُمْ وَالْغُلُوَّ فِي الدِّينِ، فَإِنَّما أَهْلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ الْغُلُوُّ فِي الدِّينِ».
Ibnu 'Abbās -raḍiyallāhu 'anhumā- mengabarkan bahwa dia bersama Nabi ﷺ di pagi hari Raya Kurban untuk melontar jamrah aqabah saat haji wadak. Nabi memintanya untuk memungutkan kerikil-kerikil guna melontar jamrah. Lantas dia memungut tujuh kerikil, satunya seukuran kacang atau kemiri. Kemudian Nabi ﷺ meletakkannya di tangan dan menggerakkannya seraya bersabda, Melontarlah dengan seukuran ini. Kemudian Nabi ﷺ mewanti-wanti agar umatnya tidak bersikap berlebihan, ekstrem, dan melampaui batas dalam urusan agama, karena umat-umat terdahulu dibinasakan karena sikap melampaui batas dan berlebih-lebihan dalam agama.
Kategori : Akidah · Nama dan Hukum · Perkara-perkara Jahiliah