Sesungguhnya Allah -'Azza wa Jalla- mengatakan pada hari kiamat, "Wahai anak Adam! Aku sak…

Islam > Hadis > Akidah > Sesungguhnya Allah -'Azza wa Jalla- mengatakan pada hari kiamat, "Wahai anak Adam! Aku sak…

Hadits diriwayatkan oleh Diriwayatkan oleh Muslim

Hadis sahih

Diperbarui pada 26 Oktober 2026 pukul 23.26

📖 3 menit baca

Teks hadits: Sesungguhnya Allah -'Azza wa Jalla- mengatakan pada har…

عن أبي هريرة رضي الله عنه قَال: قَالَ رسولُ الله صلى الله عليه وسلم : "إنَّ اللهَ عز وجل يَقُولُ يَومَ القِيَامَةِ: يَا ابْنَ آدَمَ، مَرِضْتُ فَلَمْ تَعُدنِي! قَالَ: يَا رَبِّ، كَيْفَ أعُودُكَ وَأنْتَ رَبُّ العَالَمِينَ؟!، قَالَ: أمَا عَلِمْتَ أنَّ عَبْدِي فُلاَناً مَرِضَ فَلَمْ تَعُدْهُ! أمَا عَلِمْتَ أنَّكَ لَوْ عُدْتَهُ لَوَجَدْتَني عِنْدَهُ! يَا ابْنَ آدَمَ، اسْتَطْعَمْتُكَ فَلَمْ تُطْعِمنِي! قَالَ: يَا رَبِّ، كَيْفَ أطْعِمُكَ وَأنْتَ رَبُّ العَالَمِينَ؟! قَالَ: أمَا عَلِمْتَ أنَّهُ اسْتَطْعَمَكَ عَبْدِي فُلانٌ فَلَمْ تُطْعِمْهُ! أمَا عَلِمْتَ أنَّكَ لَوْ أطْعَمْتَهُ لَوَجَدْتَ ذَلِكَ عِنْدِي! يَا ابْنَ آدَمَ، اسْتَسْقَيْتُكَ فَلَمْ تَسْقِنِي! قَالَ: يَا رَبِّ، كَيْفَ أسْقِيكَ وَأنْتَ رَبُّ العَالَمينَ؟! قَالَ: اسْتَسْقَاكَ عَبْدِي فُلاَنٌ فَلَمْ تَسْقِهِ! أمَا عَلِمْتَ أنَّكَ لَوْ سَقَيْتَهُ لَوَجَدْتَ ذَلِكَ عِنْدِي".

Penjelasan hadits: Sesungguhnya Allah -'Azza wa Jalla- mengatakan pada har…

Dari Abu Hurairah, ia berkata "Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, ‘Sesungguhnya Allah -'Azza wa Jalla- berfirman pada hari kiamat, ‘Wahai Anak Adam! Aku telah sakit, namun engkau tak menjenguk-Ku!’ (Anak Adam) berkata, ‘Wahai Rabb-ku, bagaimana aku menjenguk-Mu, sementara Engkau adalah Rabb seluruh alam semesta?

Yakni Engkau tidak butuh kepadaku hingga aku menjengukmu.

(Allah) menjawab, "Tidakkah engkau tahu bahwa hambaKu, si fulan, menderita sakit, namun engkau tidak menjenguknya? Tidakkah engkau tahu bahwa jika engkau menjenguknya, engkau akan mendapatiKu di sisinya?"

Hadis ini tidak bermasalah, berkaitan dengan firman-Nya "Aku telah sakit, namun engkau tak menjenguk-Ku!" mustahil bagi Allah untuk sakit, sebab sakit itu tanda kekurangan sedangkan Allah -Subḥānahu wa Ta'ālā- tersucikan dari segala kekurangan. Jadi maksudnya adalah sakitnya hamba-Nya yang saleh dan wali-wali Allah -Subḥānahu wa Ta'ālā- serta pilihan-Nya. Oleh karena itu Dia berfirman: "Tidakkah engkau tahu bahwa jika engkau menjenguknya, engkau akan mendapatiKu di sisinya?" Dia tidak mengatakan, engkau akan dapati itu di sisi-Ku. Begitu pula firman-nya pada makan dan minum. Bahkan Dia berfirman, "engkau akan mendapati-Ku di sisinya" ini menunjukkan kedekatan orang sakit dari Allah -'Azza wa Jalla-. Oleh karena itu para ulama mengatakan: sesungguhnya orang sakit itu lebih cepat dikabulkan doanya, baik ketika mendoakan kebaikan atau keburukan kepada seseorang.

"Wahai Anak Adam! Aku telah meminta makan kepadamu, namun engkau tak memberi-Ku makan!"

Telah diketahui bersama bahwa Allah -Ta'ālā- tidak meminta makan untuk diri-Nya sendiri berdasarkan firman-Nya -Tabāraka wa Ta'ālā- "dan Dialah yang memberi makan dan tidak diberi makan" (QS.Al-An'ām: 14). Maka Allah Maha Kaya atas segala sesuatu tidak butuh makan atau minum, tetapi telah lapar salah satu hamba-Nya lalu diketahui oleh seseorang namun tak memberinya makan. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Tidakkah engkau tahu bahwa jika engkau memberinya makan, engkau pasti akan mendapatkan (balasan) itu di sisi-Ku?" yakni engkau akan dapati pahalanya untukmu di sisi-Ku tersimpan, satu kebaikan menjadi sepuluh kebaikan sampai tujuh ratus kali lipat sampai tak terhingga.

Firman-Nya, "Wahai Anak Adam! Aku telah meminta minum kepadamu, namun engkau tak memberi-Ku minum!’ (Anak Adam) berkata, ‘Wahai Rabbku, bagaimana aku memberi-Mu minum, sementara Engkau adalah Rabb seluruh alam semesta?" yakni Engkau tak butuh makan minum.

(Allah) menjawab, "Tidak tahukah engkau, bahwa hamba-Ku si fulan, telah haus meminta minum kepadamu, namun engkau tak memberinya minum! Tidakkah engkau tahu bahwa jika engkau memberinya minum, engkau pasti akan mendapatkan (balasan) itu di sisi-Ku."

Memberi minum orang yang meminta minum, itu adalah tabungan bagimu di sisi Allah, satu kebaikan menjadi sepuluh kebaikan sampai tujuh ratus kali lipat sampai tak terhingga.

Kategori : Akidah · Iman Kepada Hari Akhir · Kehidupan Akhirat

بسم الله الرحمن الرحيم Sel 15 Jumadil Awal
الثلاثاء 15 جمادى الأولى
بدر Bulan Purnama Hari 16.6 / 29.5
Iluminasi 96%
Bulan baru dalam 13 hari
حسبنا الله ونعم الوكيل Cukuplah Allah bagi kami, sebaik-baik pelindung

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.

QS. Al-Ahzab: 56

Shalawat Nabi