Islam > Hadis > Akidah > Sesungguhnya Allah -'Azza wa Jalla- Maha Pemalu lagi Maha Menutupi, Dia mencintai (sifat) …
Hadis sahihDiperbarui pada 26 Oktober 2026 pukul 23.26
📖 1 menit bacaعن يعلى بن أمية رضي الله عنه أنَّ رسولَ الله صلى الله عليه وسلم رأى رجلًا يغتسل ُبالبَراز بلا إزار، فصعِد المِنْبر، فحَمِد اللهَ وأثنى عليه، ثم قال صلى الله عليه وسلم: «إنَّ اللهَ عزَّ وجلَّ حَيِيٌّ سَتِيرٌ، يحب الحياءَ والسَّتر؛ فإذا اغتسل أحدُكم فليستتر».
Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- pernah melihat seorang lelaki mandi di tempat terbuka sambil telanjang. Lantas Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- naik mimbar lalu memuji Allah dan menyanjung-Nya. Selanjutnya beliau bersabda, "Sesungguhnya Allah -'Azza wa Jalla- Maha Pemalu lagi Maha menutupi (aib dan aurat); menyukai sifat malu dan menutupi. Jika salah seorang di antara kalian mandi, hendaknya dia memakai tabir." Yakni, di antara nama Allah -Ta'ālā- adalah Al-Ḥayiyyu (Pemalu) dan As-Sittīr (Menutupi). Allah -Subḥanāhu- menyukai sifat malu dan menutupi. Dengan demikian, tidak selayaknya seorang muslim membuka auratnya di hadapan manusia apabila mandi, tetapi dia harus memakai tabir. Sifat Malu Allah merupakan sifat yang layak bagi-Nya, tidak seperti sifat malu pada makhluk-makhluk berupa perubahan dan kelemahan yang menimpa manusia ketika takut dicela atau dihina. Namun, malu itu adalah meninggalkan apa yang tidak selaras dengan keluasan rahmat-Nya, kesempurnaan kedermawanan-Nya, kemurahan-Nya, kebesaran ampunan dan kelembutan-Nya.
Kategori : Akidah · Iman kepada Allah -'Azza wa Jalla- · Tauhid Al-Asmā` wa Aṣ-Ṣifāt