Abdullah bin Rawāḥah -raḍiyallāhu 'anhu- pernah pingsan hingga membuat saudara perempuanny…

Islam > Hadis > Akidah > Abdullah bin Rawāḥah -raḍiyallāhu 'anhu- pernah pingsan hingga membuat saudara perempuanny…

Hadits diriwayatkan oleh Diriwayatkan oleh Bukhari

Hadis sahih

Diperbarui pada 26 Oktober 2026 pukul 23.26

📖 1 menit baca

Teks hadits: Abdullah bin Rawāḥah -raḍiyallāhu 'anhu- pernah pingsan…

عن النعمان بن بشير رضي الله عنهما قال: أُغْمِي على عبد الله بن رواحة رضي الله عنه فجعلت أُخْتُه تبكي، وتقول: واجَبَلاهُ، واكذا، واكذا: تُعَدِّدُ عليه. فقال حين أفَاق: ما قُلْتِ شيئا إلا قِيل لي أنت كذلك؟

Penjelasan hadits: Abdullah bin Rawāḥah -raḍiyallāhu 'anhu- pernah pingsan…

An-Nu'mān bin Basyīr -raḍiyallāhu 'anhumā- memberitahukan bahwa Abdullah bin Rawāḥah -raḍiyallāhu 'anhu- pernah sakit hingga ia pingsan karena kerasnya penyakit tersebut. Tatkala saudara perempuannya -raḍiyallāhu 'anhā- melihat kondisinya tersebut, ia mengira bahwa Abdullah bin Rawāhah -raḍiyallāhu 'anhu- telah meninggal dunia, sehingga ia pun menangis, meratap dan berkata, “wā jabalāh” (Duhai gunung tempatku bernaung), maknanya adalah bahwa Abdullah bin Rawāḥah -raḍiyallāhu 'anhu- baginya bagaikan gunung tempat ia berlindung ketika terjadi berbagai peristiwa, maka ia pun memegangnya dengan erat, menjadikannya sebagai tempat ia bersandar dalam segala urusannya, dan ia sebutkan berbagai kebaikan dan jasanya dengan cara orang-orang jahiliah. Tatkala Abdullah sadar dari pingsannya, ia beritahukan kepada saudarinya itu tentang apa yang telah terjadi atas dirinya (dalam kondisi pingsan), yaitu bahwa telah dikatakan kepadanya, “Apakah kamu bagaikan gunung tempat mereka berlindung? Apakah kamu begini dan begitu seperti apa yang mereka sebutkan tentang dirimu?" Setiap sifat yang ia sebutkan, semua itu diberitahukan kepadanya -raḍiyallāhu 'anhu- dalam kondisi pingsan. Ini adalah sebuah bentuk ejekan dan ancaman yang berat. Disebutkan dalam sebuah riwayat bahwa ketika Abdullah bin Rawāḥah -raḍiyallāhu 'anhu- meninggal dunia, saudarinya tadi tidak lagi meratapinya dan telah mengambil pelajaran dari peristiwa tersebut.

Kategori : Fikih Ibadah · Jenazah · Akidah · Fikih dan Uṣūl Fikih · Kematian dan Hukum-hukumnya · Iman Kepada Qaḍā` dan Qadar · Tingkatan-tingkatan Qaḍā` dan Qadar

بسم الله الرحمن الرحيم Sel 15 Jumadil Awal
الثلاثاء 15 جمادى الأولى
بدر Bulan Purnama Hari 16.5 / 29.5
Iluminasi 97%
Bulan baru dalam 13 hari
سبحان الله Maha Suci Allah

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.

QS. Al-Ahzab: 56

Shalawat Nabi