Dua surga dari perak, wadah-wadahnya dan apa-apa yang ada di dalamnya. Dua surga dari emas…

Islam > Hadis > Keutamaan dan adab > Dua surga dari perak, wadah-wadahnya dan apa-apa yang ada di dalamnya. Dua surga dari emas…

Hadits diriwayatkan oleh Muttafaq 'alaih

Hadis sahih

Diperbarui pada 26 Oktober 2026 pukul 23.26

📖 2 menit baca

Teks hadits: Dua surga dari perak, wadah-wadahnya dan apa-apa yang a…

عن أبي موسى الأشعري رضي الله عنه مرفوعاً: «جَنَّتانِ مِن فِضَّةٍ آنِيَتُهما، وما فيهما، وجَنَّتانِ مِن ذَهَبٍ آنِيَتُهما، وما فيهما، وما بين القومِ وبين أنْ ينظروا إلى ربِّهم إلَّا رِداءُ الكِبْرِياءُ على وجهِه في جَنَّة عَدْنٍ».

Penjelasan hadits: Dua surga dari perak, wadah-wadahnya dan apa-apa yang a…

Hadis ini menunjukkan perbedaan kedudukan dan tingkatan surga. Sebagian surga lebih tinggi dari sebagian lainnya secara kasat mata dan maknawi, di mana bangunannya dari emas dan wadah-wadahnya dari emas. Sebagian lagi bangunannya dari perak dan wadah-wadahnya dari perak. Sebagaimana diketahui, bahwa emas adalah barang tambang yang paling mahal dan berharga bagi orang-orang yang diseru oleh Al-Qur`ān ketika turun. Boleh jadi dalam surga itu ada sesuatu yang lebih tinggi dan lebih mahal dari emas, karena Allah -Ta'ālā- mengabarkan bahwa di dalam surga ada sesuatu yang tidak pernah dilihat oleh mata, tak didengar oleh telinga, dan tak terlintas dalam hati manusia.

Dalam satu riwayat yang berhubungan dengan hadis ini disebutkan, "Surga-surga Firdaus ada empat; dua dari emas dst."

Sabda beliau, "Pemisah antara satu kaum dengan melihat kepada Rabb mereka hanyalah selendang kebesaran di muka-Nya di surga 'Adn. Dalam hadis ini terdapat keterangan dekatnya pandangan mereka kepada Rabbnya. Apabila Allah -Ta'ālā- hendak menjadikan mereka nikmat dan menambah kemuliaan mereka, maka Dia mengangkat selendang kebesaran dari wajah-Nya lalu orang-orang pun memandang-Nya. Ahlussunnah menetapkan selendang kebesaran milik Allah -Ta'ālā-, kejadian kaum mukminin melihat Tuhan mereka di surga tanpa ada pertanyaan bagaimana dan penyerupaan serta tanpa penyimpangan dan pengosongan makna. Sebagaimana mereka menetapkan wajah bagi-Nya yang selaras dengan keagungan-Nya, dan tidak boleh menakwilkan sesuatu pun dari itu dan mengubahnya dari zahirnya, sebagaimana mazhab salaf saleh.

Kategori : Ar-Raqāiq dan Nasihat · Sifat Surga dan Neraka · Keutamaan dan Adab

بسم الله الرحمن الرحيم Rab 16 Jumadil Awal
الأربعاء 16 جمادى الأولى
أحدب متناقص Cembung Akhir Hari 16.6 / 29.5
Iluminasi 96%
Bulan baru dalam 13 hari
سبحان الله Maha Suci Allah

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.

QS. Al-Ahzab: 56

Shalawat Nabi