Dahulu kami tidak menganggap cairan keruh dan kekuning-kuningan (yang keluar) ‎setelah mas…

Islam > Hadis > Fikih ibadah > Dahulu kami tidak menganggap cairan keruh dan kekuning-kuningan (yang keluar) ‎setelah mas…

Hadits diriwayatkan oleh HR. Abu Daud dengan redaksi ini, sementara Bukhari meriwayatkannya tanpa tambahan "setelah suci"

Sahih

Diperbarui pada 26 Oktober 2026 pukul 23.26

📖 1 menit baca

Teks hadits: Dahulu kami tidak menganggap cairan keruh dan kekuning-…

Penjelasan hadits: Dahulu kami tidak menganggap cairan keruh dan kekuning-…

Sahabat wanita Ummu 'Aṭiyyah -raḍiyallāhu 'anhā- mengabarkan bahwa para wanita di masa Nabi ﷺ tidak menganggap cairan yang keluar dari kemaluan -warnanya cenderung kehitaman atau kekuningan- setelah suci dari haid sebagai haid, sehingga mereka tidak meninggalkan salat maupun puasa dengan alasan itu.

Pelajaran: Dahulu kami tidak menganggap cairan keruh dan kekuning-…

Kategori : Fikih Ibadah · Ṭahārah · Fikih dan Uṣūl Fikih · Haid, Nifas dan Istihadah

بسم الله الرحمن الرحيم Sel 15 Jumadil Awal
الثلاثاء 15 جمادى الأولى
بدر Bulan Purnama Hari 16.5 / 29.5
Iluminasi 97%
Bulan baru dalam 13 hari
الله أكبر Allah Maha Besar

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.

QS. Al-Ahzab: 56

Shalawat Nabi