Islam > Hadis > Fikih dan usul fikih > Seorang budak perempuan ditemukan dalam keadaan kepalanya cedera di antara dua batu
Hadis sahihDiperbarui pada 26 Oktober 2026 pukul 23.26
📖 1 menit bacaعن أنَسُ بنُ مالك رضي الله عنه قال: «أَنَّ جَارِيَةً وُجِدَ رَأْسُهَا مَرْضُوضاً بَيْنَ حَجَرَيْنِ، فَقِيلَ من فَعَلَ هَذَا بِك: فُلانٌ، فُلانٌ؟ حَتَّى ذُكِرَ يَهُودِيٌّ، فَأَوْمَأَتْ بِرَأْسِهَا، فَأُخِذَ الْيَهُودِيُّ فَاعْترف، فَأَمَرَ النَّبِي صلى الله عليه وسلم أَنْ يُرَضَّ رَأْسَهُ بَيْنَ حَجَرَيْنِ».
وَلِمُسْلِمٍ وَالنَّسَائِيَّ «أَنَّ يَهُودِيّاً قَتَلَ جَارِيَةً عَلَى أَوْضَاحٍ، فَأَقَادَهُ رَسُولُ الله».
Pada masa Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- ada seorang budak perempuan yang kepalanya diremukkan di antara dua batu namun masih ada sisa kehidupan dalam dirinya. Lantas orang-orang menanyakan pembunuhnya dengan menyebutkan nama-nama yang diduga membunuhnya hingga mereka menyebutkan satu nama Yahudi. Budak perempuan itu pun menganggukkan kepalanya mengiyakan bahwa dialah yang telah meremukkan kepalanya. Dengan demikian orang Yahudi tersebut dituduh membunuhnya. Lantas mereka menangkapnya dan meminta keterangannya hingga dia pun mengakui telah membunuhnya demi memperoleh perhiasan perak yang dikenakannya. Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- pun memerintahkan agar orang itu mendapatkan balasan setimpal. Akhirnya kepala orang itu diremukkan di antara dua batu.
Kategori : Jinayat · Qiṣāṣ · Fikih dan Uṣūl Fikih