Tidaklah ada seorang nabi yang Allah utus pada suatu umat sebelumku kecuali ia memiliki pa…
Islam > Hadis > Fikih ibadah > Tidaklah ada seorang nabi yang Allah utus pada suatu umat sebelumku kecuali ia memiliki pa…
Hadits diriwayatkan oleh HR. Muslim
Sahih
Diperbarui pada 26 Oktober 2026 pukul 23.26
📖 1 menit baca
Teks hadits: Tidaklah ada seorang nabi yang Allah utus pada suatu um…
Penjelasan hadits: Tidaklah ada seorang nabi yang Allah utus pada suatu um…
Nabi ﷺ mengabarkan bahwa tidak ada seorang nabi yang diutus oleh Allah pada suatu umat sebelumnya kecuali ia memiliki pengikut-pengikut pilihan serta pejuang-pejuang yang ikhlas di antara umatnya, yang pantas menjadi generasi pengganti setelahnya; mereka mengikuti sunnahnya dan menaati perintahnya. Kemudian sepeninggal para pendahulu yang saleh itu, datanglah generasi yang tidak memiliki kebaikan; mereka mengatakan apa yang tidak mereka lakukan dan melakukan apa yang tidak diperintahkan. Oleh sebab itu, siapa yang berjuang melawan mereka dengan tangannya, maka ia seorang mukmin. Siapa yang berjuang melawan mereka dengan lisannya, maka ia seorang mukmin. Siapa yang berjuang melawan mereka dengan hatinya, ia adalah seorang mukmin. Tidak ada keimanan di balik itu meskipun sekecil biji sawi.
Pelajaran: Tidaklah ada seorang nabi yang Allah utus pada suatu um…
- 1- Motivasi untuk melawan orang-orang yang menyelisihi syariat dalam perkataan dan perbuatan mereka.
- 2- Tidak mengingkari kemungkaran dengan hati menunjukkan kelemahan atau kehilangan iman.
- 3- Allah Ta'ala memberi kemudahan kepada para nabi dengan memunculkan generasi yang akan mengemban tugas mereka sepeninggal mereka.
- 4- Orang yang menginginkan keselamatan harus mengikuti jalan para nabi karena semua jalan selain jalan mereka adalah kebinasaan dan kesesatan.
- 5- Semakin jauh dari masa Nabi ﷺ dan sahabat-sahabatnya, manusia semakin meninggalkan Sunnah, mengikuti hawa nafsu, dan mengadakan bidah.
- 6- Menjelaskan tingkatan-tingkatan jihad, yaitu: - Jihad dengan tangan bagi orang yang memiliki kemampuan mengubahnya, seperti jajaran pemerintah, hakim, dan penguasa. - Jihad dengan perkataan, yaitu dengan menerangkan kebenaran dan berdakwah kepadanya. - Jihad dengan hati, yaitu dengan mengingkari kemungkaran dalam hati, tidak menyukai ataupun menerimanya.
- 7- Kewajiban amar makruf dan nahi mungkar.
Kategori :
Fikih Ibadah
· Jihad
· Akidah
· Fikih dan Uṣūl Fikih
· Macam-macam Jihad
· Nama dan Hukum
· Bertambah dan Berkurangnya Keimanan
بسم الله الرحمن الرحيم
Sel 15 Jumadil Awal
الثلاثاء 15 جمادى الأولى
لا إله إلا الله
Tiada Tuhan selain Allah