Cara salat Khauf ketika perang Żātu ar-Riqā'.

Islam > Hadis > Fikih dan usul fikih > Cara salat Khauf ketika perang Żātu ar-Riqā'.

Hadits diriwayatkan oleh Muttafaq 'alaih

Hadis sahih

Diperbarui pada 26 Oktober 2026 pukul 23.26

📖 2 menit baca

Teks hadits: Cara salat Khauf ketika perang Żātu ar-Riqā'.

عن صالح بن خَوَّاتِ بْنِ جُبَيْرٍ رضي الله عنه عمّن صلَّى مع رسول الله صلى الله عليه وسلم صلاة ذَاتِ الرِّقَاعِ صلاةَ الخوف: أن طائفة صفَّت معه، وطائفة وِجَاهَ الْعَدُوِّ، فصلَّى بالذين معه ركعة، ثم ثبت قائما، وأتموا لأنفسهم، ثم انصرفوا، فصفُّوا وِجَاهَ الْعَدُوِّ، وجاءت الطائفة الأخرى، فصلَّى بهم الركعة التي بقيت، ثم ثبت جالسا، وأتموا لأنفسهم، ثم سلَّم بهم.

Penjelasan hadits: Cara salat Khauf ketika perang Żātu ar-Riqā'.

Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- menjalani suatu peperangan bersama para sahabat, dan sebagian besar mereka berjalan kaki hingga telapak-telapak kaki mereka lelah (mengelupas) karena tidak memakai alas kaki. Maka mereka membalutnya dengan kain. Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bertemu musuh namun tidak terjadi pertempuran. Akan tetapi pasukan Muslimin berhasil menakuti musuh-musuh mereka. Dalam hadis ini, musuh tidak berada di arah kiblat karena wilayah mereka terletak di timur Madinah. Maka Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- membagi mereka dua kelompok. Oleh sebab itu, satu kelompok berbaris (salat) dan kelompok lain berdiri di hadapan musuh yang posisinya berada di belakang orang-orang yang salat. Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- salat satu rakaat dengan orang-orang yang bersama beliau, kemudian beliau berdiri bersama mereka ke rakaat kedua. Beliau tetap dalam kondisi berdiri di rakaat ini, sedang mereka melengkapi satu rakaat sendiri-sendiri kemudian salam dan bergerak menghadap ke arah musuh. Dan datanglah kelompok kedua. Beliau mengerjakan rakaat yang tersisa bersama mereka kemudian tetap dalam kondisi duduk sedang mereka berdiri melengkapi satu rakaat sendiri-sendiri. Selanjutnya beliau salam dengan mereka. Jadi kelompok pertama memperoleh "pengharaman salat", yakni takbiratul ihram bersama imam, sedang kelompok kedua mendapatkan "penghalalan salat" yakni salam bersama Imam. Dan musuh kehilangan kesempatan menyerang. Sehingga terjadi keseimbangan dalam bentuk memperoleh keutamaan bersama imam.

Kategori : Fikih Ibadah · Salat · Fikih dan Uṣūl Fikih · Salat Khauf

بسم الله الرحمن الرحيم Sel 15 Jumadil Awal
الثلاثاء 15 جمادى الأولى
بدر Bulan Purnama Hari 16.5 / 29.5
Iluminasi 97%
Bulan baru dalam 13 hari
لا إله إلا الله Tiada Tuhan selain Allah

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.

QS. Al-Ahzab: 56

Shalawat Nabi