Andaikan engkau membaca dalam salat “Sabbiḥismarabbikal a’lā, Wasy syamsyi waḍuḥāhā, Walla…

Islam > Hadis > Fikih dan usul fikih > Andaikan engkau membaca dalam salat “Sabbiḥismarabbikal a’lā, Wasy syamsyi waḍuḥāhā, Walla…

Hadits diriwayatkan oleh Muttafaq 'alaih

Hadis sahih

Diperbarui pada 26 Oktober 2026 pukul 23.26

📖 2 menit baca

Teks hadits: Andaikan engkau membaca dalam salat “Sabbiḥismarabbikal…

عن جابر بن عبد الله رضي الله عنهما «أن مُعَاذَ بْنَ جَبَل: كان يُصَلِّي مع رسول الله صلى الله عليه وسلم العِشاء الآخرة، ثم يرجع إلى قومه، فيُصَلِّي بهم تلك الصلاة ...».
وفي رواية: أن النبي صلى الله عليه وسلم قال لِمُعَاذٍ: «فلولا صَلَّيْتَ بِسَبِّحِ اسم ربك الأعلى، والشمس وَضُحَاهَا، والليل إذا يغشى، فإنه يُصَلِّي وراءك الكبير والضعيف وذو الحاجة».

Penjelasan hadits: Andaikan engkau membaca dalam salat “Sabbiḥismarabbikal…

Perkampungan Bani Salimah yang berada di tepi kota Madinah adalah kabilah Mu'āż Bin Jabal Al-Anṣāri. Mu'āż -raḍiyallāhu 'anhu- adalah sahabat yang memiliki keinginan yang sangat kuat dalam melakukan amal kebaikan. Dia selalu berupaya untuk dapat menunaikan salat berjamaah bersama Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- karena kecintaannya terhadap beliau dan keinginannya yang sangat kuat dalam menuntut ilmu. Kemudian setelah menunaikan salat bersama Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-, dia kembali kepada kaumnya dan menjadi imam bagi mereka untuk salat yang sama, sehingga baginya salat tersebut adalah salat nafilah (sunah) dan bagi kaumnya adalah salat fariḍah (wajib). Hal ini dilakukan sepengetahuan Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- dan beliaupun membenarkannya. Akan tetapi pada suatu ketika dia memanjangkan bacaannya, sedangkan syariat Islam adalah syariat yang memiliki karakteristik keluwesan, mudah dan tidak mempersulit, karena akibat dari pemaksaan dan mempersulit adalah penolakan dan keengganan. Ketika sampai kepada Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- berita bahwa Mu'āż memanjangkan bacaan, beliaupun memberinya arahan agar meringankan (bacaan) ketika sedang menjadi imam. Beliau juga memberikan contoh dengan membaca surah-surah yang pertengahan seperti “Sabbiḥismarabbikal a’lā, Wasy syamsyi waḍuḥāhā, Wallaili iżā yagsyā, karena hal itu dapat diikuti oleh para lansia, orang-orang lemah dan mereka yang memiliki keperluan dari kalangan orang yang kesulitan dan keberatan apabila dibacakan surah yang panjang. Sehingga sebagai bentuk kemurahan hati dan perhatian terhadap mereka adalah dengan meringankan bacaan. Adapun jika seorang Muslim mengerjakan salat sendirian, maka dia boleh memperpanjang bacaan sesuai dengan yang dikehendakinya.

Kategori : Fikih Ibadah · Salat · Fikih dan Uṣūl Fikih · Hukum-hukum Seputar Imam dan Makmum

بسم الله الرحمن الرحيم Sel 15 Jumadil Awal
الثلاثاء 15 جمادى الأولى
بدر Bulan Purnama Hari 16.6 / 29.5
Iluminasi 96%
Bulan baru dalam 13 hari
اللهم صل على محمد Ya Allah, limpahkan shalawat kepada Muhammad

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.

QS. Al-Ahzab: 56

Shalawat Nabi