Ażhibil-ba`sa, rabban-nās, wa-syfi antasy-syāfī, lā syifā`a illā syifā`uka, syifā`an lā yu…
Islam > Hadis > Kedokteran pengobatan dan ruqyah syariyyah > Ażhibil-ba`sa, rabban-nās, wa-syfi antasy-syāfī, lā syifā`a illā syifā`uka, syifā`an lā yu…
Hadits diriwayatkan oleh Muttafaq 'alaih
Sahih
Diperbarui pada 26 Oktober 2026 pukul 23.26
📖 1 menit baca
Teks hadits: Ażhibil-ba`sa, rabban-nās, wa-syfi antasy-syāfī, lā syi…
Penjelasan hadits: Ażhibil-ba`sa, rabban-nās, wa-syfi antasy-syāfī, lā syi…
1- Nabi ﷺ ketika menjenguk orang yang sakit. Beliau akan mendoakannya dengan mengatakan: Ya Allah, ażhibil-ba`sa (hilangkanlah penyakit ini); singkirkanlah kedahsyatannya .. rabban-nās (wahai Tuhan manusia); yang menciptakan dan yang mengurusi mereka .. isyfi (sembuhkanlah) orang yang sakit ini .. antasy-syāfī (Engkau Yang Maha Menyembuhkan); aku bertawasul kepada-Mu dengan menyebut nama-Mu asy-Syāfī .. lā syifā`a (tiada kesembuhan) yang akan diperoleh oleh orang yang sakit .. illā syifā`uka (selain kesembuhan-Mu) dan keafiatan yang datang dari-Mu .. syifā`an (dengan kesembuhan) total .. lā yugādiru (yang tidak meninggalkan), tidak menyisakan .. saqaman (penyakit) yang lain.
Pelajaran: Ażhibil-ba`sa, rabban-nās, wa-syfi antasy-syāfī, lā syi…
- 1- Penyembuh adalah Allah ﷻ, sedangkan dokter dan obat adalah sebab yang tidak dapat memberi manfaat maupun mengangkat keburukan kecuali dengan izin Allah.
- 2- Menjenguk orang sakit termasuk hak di antara umat Islam, terlebih lagi jika yang sakit adalah keluarga.
- 3- Anjuran bagi orang yang menjenguk orang sakit agar mendoakannya menggunakan doa berkah yang datang dari Nabi ﷺ ini.
- 4- Di antara petunjuk Nabi ﷺ ialah pengobatan dengan ruqyah yang disyariatkan, yaitu menggunakan Al-Qur`an dan doa-doa yang baik karena Rasulullah ﷺ biasa melakukan ruqyah untuk dirinya saat sakit, bahkan beliau juga melakukan ruqyah untuk orang yang sakit di antara keluarga beliau dan lainnya.
- 5- Ibnu Ḥajar berkata, "Doa kesembuhan bagi orang sakit dianggap kontradiksi, karena penyakit itu menjadi penghapus dosa dan adanya pahala sebagaimana yang disebutkan banyak hadis. Jawabannya: berdoa adalah ibadah, dan ia tidak kontradiktif dengan pahala dan pengampunan karena keduanya diperoleh saat pertama kali sakit datang dan sikap sabar menerimanya. Orang yang berdoa ada di antara dua kebaikan: permintaannya dikabulkan, atau digantikan dengan diberi suatu kebaikan ataupun dijauhkan dari keburukan lainnya. Masing-masing itu adalah karunia dari Allah Ta'ala."
Kategori :
Kedokteran, Pengobatan, dan Ruqyah Syar'iyyah
· Ruqyah Syar'iyyah
· Adab-adab Syar'i
· Adab Menjenguk Orang Sakit
· Fikih dan Uṣūl Fikih
· Keutamaan dan Adab
بسم الله الرحمن الرحيم
Sel 15 Jumadil Awal
الثلاثاء 15 جمادى الأولى
سبحان الله
Maha Suci Allah