Islam > Hadis > Fikih dan usul fikih > Jika aku masih hidup hingga tahun depan sungguh aku akan puasa di hari ke-9 (Muharram).
Hadis sahihDiperbarui pada 26 Oktober 2026 pukul 23.26
📖 1 menit bacaعن عبدالله بن عباس رضي الله عنهما عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: «لَئِن بَقِيتُ إلى قابلٍ لأصومنّ التاسِع».
"La`in baqītu" maksudnya, sungguh jika aku masih hidup. "Ilā qābilin", maksudnya aku masih hidup hingga bulan Muharram tahun depan, sungguh aku akan puasa di hari ke sembilan bersama hari Asyura (10 Muharram) untuk menyelisihi puasanya orang-orang Yahudi. Namun belum juga bulan Muharram tahun depan tiba beliau telah wafat. Sebab itu tetap disunnahkan puasa tanggal 9 Muharram meskipun beliau -'alaihi aṣ-ṣalātu wa as-salāmu- tidak sempat berpuasa pada hari itu dengan dalil bahwa apa yang telah beliau tekadkan adalah bagian dari sunnah. Alasan puasa di tanggal 9 dan 10 Muharram adalah supaya tidak serupa dengan Yahudi yang hanya puasa di tanggal 10, ada pula yang mengatakan bahwa alasannya adalah sebagai langkah antisipasi memperoleh puasa di hari Asyura (10 Muharram). Namun alasan pertama lebih tepat karena didukung oleh dalil, wallāhu a`lam.
Kategori : Fikih Ibadah · Puasa · Fikih dan Uṣūl Fikih · Puasa sunah