Tidak ada keyatiman pasca bermimpi basah (balig), dan tidak ada puasa bicara/diam selama s…

Islam > Hadis > Fikih dan usul fikih > Tidak ada keyatiman pasca bermimpi basah (balig), dan tidak ada puasa bicara/diam selama s…

Hadits diriwayatkan oleh Diriwayatkan oleh Abu Daud

Hadis sahih

Diperbarui pada 26 Oktober 2026 pukul 23.26

📖 1 menit baca

Teks hadits: Tidak ada keyatiman pasca bermimpi basah (balig), dan t…

عن علي بن أبي طالب رضي الله عنه مرفوعاً: «لاَ يُتْمَ بَعْدَ احْتِلاَمٍ، وَلاَ صُمَاتَ يوم إلى الليل».

Penjelasan hadits: Tidak ada keyatiman pasca bermimpi basah (balig), dan t…

Pertama: Seseorang tidak dianggap yatim lagi bila telah balig.

Kedua: Dahulunya di masa jahiliah mereka beribadah kepada Allah -'Azza wa Jalla- adalah berdiam/puasa bicara sampai malam. Yaitu seseorang diam sehari penuh dan tidak berbicara hingga matahari terbenam. Maka kaum muslimin pun dilarang melakukan hal tersebut; karena hal ini akan menyebabkan (kita) meninggalkan tasbih, tahlil, tahmid, amar makruf nahi mungkar, membaca Al-Qur`ān dan sebagainya. Juga karena ini adalah perbuatan jahiliah, karena itu dilarang.

Kategori : Fikih Muamalah · Sumpah dan Nazar · Fikih dan Uṣūl Fikih

بسم الله الرحمن الرحيم Sel 15 Jumadil Awal
الثلاثاء 15 جمادى الأولى
بدر Bulan Purnama Hari 16.5 / 29.5
Iluminasi 97%
Bulan baru dalam 13 hari
لا إله إلا الله Tiada Tuhan selain Allah

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.

QS. Al-Ahzab: 56

Shalawat Nabi