Islam > Hadis > Fikih dan usul fikih > Siapa yang membangun sebuah masjid karena Allah, niscaya Allah membangunkan untuknya di su…
SahihDaftar Isi :
Diperbarui pada 26 Oktober 2026 pukul 23.26
📖 1 menit bacaعَنْ مَحْمُودِ بْنِ لَبِيدٍ رضي الله عنه: أَنَّ عُثْمَانَ بْنَ عَفَّانَ أَرَادَ بِنَاءَ الْمَسْجِدِ فَكَرِهَ النَّاسُ ذَلِكَ، وَأَحَبُّوا أَنْ يَدَعَهُ عَلَى هَيْئَتِهِ، فَقَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «مَنْ بَنَى مَسْجِدًا لِلهِ بَنَى اللهُ لَهُ فِي الْجَنَّةِ مِثْلَهُ».
Uṡmān bin Affān -raḍiyallāhu 'anhu- hendak membangun ulang Masjid Nabi ﷺ dengan yang lebih bagus dari bangunannya yang pertama. Akan tetapi, orang-orang tidak menyukai hal itu karena akan mengubah bangunan masjid dari bentuk aslinya di masa Nabi ﷺ. Dahulu, Masjid Nabawi dibangun dengan tanah, sedangkan atapnya terbuat dari pelepah kurma. Akan tetapi, Uṡmān ingin membangunnya dengan batu dan semen. Uṡmān -raḍiyallāhu 'anhu- mengabari mereka bahwa dia telah mendengar Nabi ﷺ bersabda, "Siapa yang membangun sebuah masjid untuk mendapatkan rida Allah Ta'ala, bukan karena ria dan sumah, maka Allah akan membalasnya dengan balasan yang lebih baik dari jenis perbuatannya. Balasan itu ialah Allah akan membangunkan untuknya bangunan semisal itu di surga."
Kategori : Fikih Ibadah · Salat · Fikih dan Uṣūl Fikih · Hukum-hukum Terkait Mesjid