Islam > Hadis > Fikih dan usul fikih > Nabi ﷺ biasa membaca di akhir setiap salat fardu
SahihDiperbarui pada 26 Oktober 2026 pukul 23.26
📖 1 menit bacaعَنْ وَرَّادٍ كَاتِبِ الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ قَالَ: أَمْلَى عَلَيَّ الْمُغِيرَةُ بْنُ شُعْبَةَ فِي كِتَابٍ إِلَى مُعَاوِيَةَ: أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ مَكْتُوبَةٍ: «لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، اللَّهُمَّ لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَلَا مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، وَلَا يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ».
Nabi ﷺ biasa membaca setelah setiap salat fardu: Lā ilāha illallāh waḥdahu lā syarīka lah, lahul-mulku wa lahul-ḥamdu, wa huwa 'alā kulli syai`in qadīr. Allāhumma lā māni'a limā a'ṭaita, wa lā mu'ṭiya limā mana'ta, wa lā yanfa'u żal-jaddi minkal-jaddu.
Ia bermakna: Aku mengikrarkan dan menyatakan kalimat tauhid "lā ilāha illallāh". Ibadah yang benar, aku menetapkannya bagi Allah dan menafikannya dari selain-Nya. Tidak ada sembahan yang benar kecuali Allah. Aku mengakui bahwa kerajaan hakiki yang sempurna adalah milik Allah dan semua pujian penduduk langit dan bumi adalah hak milik Allah Ta'ala karena Dia yang kuasa atas segala sesuatu dan semua yang ditetapkan oleh Allah berupa pemberian atau penahanan, tidak ada yang dapat menolaknya. Di sisi-Nya, kekayaan orang yang kaya tidak akan berguna baginya karena yang berguna baginya ialah amal saleh.
Kategori : Fikih Ibadah · Salat · Fikih dan Uṣūl Fikih · Doa-doa Dalam Salat