Islam > Hadis > Fikih dan usul fikih > Ya Allah! Tuhan Jibril, Mikail dan Israfil. Pencipta langit dan bumi, Zat Yang mengetahui …
Hadis sahihDiperbarui pada 26 Oktober 2026 pukul 23.26
📖 2 menit bacaعن أبي سَلَمة بن عبد الرحمن بن عَوْف، قال: سألتُ عائشةَ أمَّ المؤمنين رضي الله عنها ، بأيِّ شيء كان نبيُّ الله صلى الله عليه وسلم يفتَتِح صلاتَه إذا قام من الليل؟ قالت: كان إذا قام من الليل افتتح صلاتَه: «اللهمَّ ربَّ جِبرائيل، ومِيكائيل، وإسرافيل، فاطرَ السماوات والأرض، عالمَ الغيب والشهادة، أنت تحكم بين عبادك فيما كانوا فيه يختلفون، اهدني لما اختُلِف فيه من الحق بإذنك، إنَّك تهدي مَن تشاء إلى صراطٍ مستقيمٍ».
Abu Salamah bin Abdirrahman bin Auf bertanya kepada Aisyah, Ummul Mukminin mengenai doa yang biasa diucapkan oleh Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- ketika memulai salat malam?" Aisyah menjawab, "Apabila Nabi Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- menegakkan salat malam, beliau mengucapkan doa berikut, "Ya Allah, Tuhan Jibril, Mikail, dan Israfil." Pengkhususan ketiga malaikat tersebut dengan penyandaran pada lafal jalālah, padahal Allah -Ta'ālā- Tuhan segala sesuatu, adalah untuk memuliakan mereka dan mengutamakannya dari malaikat yang lainnya. Seakan-akan beliau mendahulukan Jibril, karena dia penjaga kitab-kitab langit. Semua urusan-urusan agama kembali kepadanya. Beliau mengakhirkan Israfil karena dia adalah malaikat yang meniup sangkakala dan dengan itu terjadilah kiamat. Sedangkan yang ditengahnya adalah Mikail karena dia penjaga hujan, tumbuhan dan sebagainya yang berkaitan dengan rezeki yang menjadi bekal di dunia. "Pencipta langit dan bumi," yakni, pencipta dan desainer keduanya. "Yang mengetahui perkara gaib dan yang tampak." Yakni, mengetahui apa yang tidak terlihat oleh hamba-hamba dan apa yang mereka saksikan. "Engkaulah yang menetapkan keputusan apa yang diperselisihkan di antara hamba-hamba-Mu." Yakni, Engkau menetapkan keputusan di antara hamba-hamba mengenai urusan agama yang mereka perselisihkan di hari-hari dunia. "Tunjukanlah aku kepada kebenaran yang diperselisihkan (manusia) dengan izin-Mu." Yakni, tunjukanlah aku kepada yang hak dan kebenaran dalam perselisihan yang terjadi pada manusia mengenai berbagai urusan agama dan dunia dengan taufik -Mu dan kemudahan-Mu. "Sesungguhnya Engkau menunjukkan siapa yang Engkau kehendaki ke jalan yang lurus." Yakni, sesungguhnya Engkau memberi petunjuk kepada siapa saja yang Kau kehendaki ke jalan yang hak dan benar.
Kategori : Fikih Ibadah · Salat · Fikih dan Uṣūl Fikih · Doa-doa Dalam Salat