Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- apabila beliau telah mengangkat hidangannya (‎selesai …

Islam > Hadis > Keutamaan dan adab > Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- apabila beliau telah mengangkat hidangannya (‎selesai …

Hadits diriwayatkan oleh Diriwayatkan oleh Bukhari

Hadis sahih

Diperbarui pada 26 Oktober 2026 pukul 23.26

📖 2 menit baca

Teks hadits: Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- apabila beliau tela…

عن أبي أمامة رضي الله عنه أن النبي صلى الله عليه وسلم كَانَ إذا رَفَعَ مَائِدَتَهُ، قال: «الحَمْدُ للهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ، غَيْرَ مَكْفِيٍّ، وَلَا مُوَدَّعٍ، وَلَا مُسْتَغْنًى عَنْهُ رَبَّنَا».

Penjelasan hadits: Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- apabila beliau tela…

Makna hadis ini adalah bahwa Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- mengajarkan sunnah kepada ‎para sahabatnya dengan perkataan dan perbuatan. Di antara zikir yang ma`ṡūr dari beliau ‎adalah zikir setelah makan, yaitu bahwa beliau -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- apabila telah mengangkat hidangannya, ‏yakni apabila beliau telah selesai makan dan mulai membereskan ‎tempat makanan yang ada dihadapannya,‎ beliau mengucapkan alḥamdulillāh yang maknanya adalah bahwa seluruh pujian dan syukur sebenarnya hanyalah milik Allah saja ‎dan bukan yang lainnya. "Hamdan kaṡīran" yakni‎ pujian yang banyak yang sesuai dengan kemuliaan-Nya, keindahan serta ‎kesempurnaan-Nya. Dan juga syukur yang banyak yang sesuai dengan nikmat-Nya yang ‎tidak terhitung serta anugerah-Nya yang tidak terbatas. "Dan jika kamu ‎menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak dapat menghitungnya." Sabda beliau -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- ‎‏"ṭayyiban" yakni ikhlas tanpa ada unsur ria dan sum'ah ‎‎(ingin dilihat dan didengar orang lain).‎ ‏"Mubārakan" yakni yang disertai dengan penerimaan yang tidak ditolak; karena makna keberkahan ‎adalah kebaikan. Dan amalan yang tidak diterima adalah amalan yang tidak mengandung ‎kebaikan.‎ ‏"Gaira makfiyyin"‏‎ yakni memuji Allah –'Azza wa Jalla- dimana Dia adalah Yang Maha Memberi ‎Kecukupan kepada hamba-hamba-Nya, dan tidak ada seorangpun dari makhluk-Nya yang ‎memberi-Nya kecukupan; karena Allah tidak membutuhkan siapapun.‎ ‏"Wa lā muwadda'in"‏‎ yakni memuji-Nya –Subḥānahu wa Ta'ālā- sebagai Zat yang tidak ditinggalkan, yakni ‎tidak seorangpun dari kita yang meninggalkan Allah karena kita semua butuh kepada-Nya.

Kategori : Fikih Doa dan Zikir · Zikir-zikir Untuk Urusan Mendadak · Keutamaan dan Adab

بسم الله الرحمن الرحيم Sel 15 Jumadil Awal
الثلاثاء 15 جمادى الأولى
بدر Bulan Purnama Hari 16.5 / 29.5
Iluminasi 97%
Bulan baru dalam 13 hari
الحمد لله Segala puji bagi Allah

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.

QS. Al-Ahzab: 56

Shalawat Nabi