Islam > Hadis > Fikih dan usul fikih > Bukankah Allah telah memberi kalian sesuatu yang dapat kalian sedekahkan? Sungguh, pada se…
SahihDiperbarui pada 26 Oktober 2026 pukul 23.26
📖 1 menit bacaعَنْ أَبِي ذَرٍّ رضي الله عنه: أَنَّ نَاسًا مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالُوا لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: يَا رَسُولَ اللهِ، ذَهَبَ أَهْلُ الدُّثُورِ بِالْأُجُورِ، يُصَلُّونَ كَمَا نُصَلِّي، وَيَصُومُونَ كَمَا نَصُومُ، وَيَتَصَدَّقُونَ بِفُضُولِ أَمْوَالِهِمْ، قَالَ: «أَوَلَيْسَ قَدْ جَعَلَ اللهُ لَكُمْ مَا تَصَّدَّقُونَ؟ إِنَّ بِكُلِّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةً، وَكُلِّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةً، وَكُلِّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةً، وَكُلِّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةً، وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ، وَنَهْيٌ عَنْ مُنْكَرٍ صَدَقَةٌ، وَفِي بُضْعِ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ»، قَالُوا: يَا رَسُولَ اللهِ، أَيَأتِي أَحَدُنَا شَهْوَتَهُ وَيَكُونُ لَهُ فِيهَا أَجْرٌ؟ قَالَ: «أَرَأَيْتُمْ لَوْ وَضَعَهَا فِي حَرَامٍ أَكَانَ عَلَيْهِ فِيهَا وِزْرٌ؟ فَكَذَلِكَ إِذَا وَضَعَهَا فِي الْحَلَالِ كَانَ لَهُ أَجْرٌ».
Sebagian sahabat yang miskin datang mengadukan kondisi dan kemiskinan mereka kepada Nabi ﷺ serta ketidakmampuan mereka bersedekah dengan harta demi mendapatkan pahala yang banyak sebagaimana yang diperoleh oleh orang-orang yang memiliki banyak harta, dan agar mereka dapat melakukan kebaikan seperti mereka juga. Orang-orang kaya itu mengerjakan salat seperti kami salat, mereka melakukan puasa seperti kami berpuasa, namun mereka dapat bersedekah dengan kelebihan harta mereka sementara kami tidak dapat bersedekah! Maka Nabi ﷺ mengarahkan mereka pada sedekah yang sanggup mereka lakukan, beliau ﷺ bersabda: Bukankah Allah ﷻ telah membuatkan kalian apa yang bisa kalian sedekahkan?! Kalian membaca "Subḥānallāh" adalah berpahala sedekah bagi kalian. Demikian juga bacaan "Allāhu Akbar" adalah sedekah, bacaan "Al-Ḥamdu lillāh" adalah sedekah, bacaan "Lā ilāha illallāh" adalah sedekah, mengajak kepada kebaikan adalah sedekah, dan melarang kemungkaran adalah sedekah. Bahkan, perbuatan kalian menggauli istri adalah sedekah. Mereka pun heran dan mengatakan: Wahai Rasulullah! Apakah kami menyalurkan syahwat itu bisa mendapatkan pahala?! Beliau menjawab: Apa pandangan kalian seandainya ia menyalurkannya di tempat yang haram seperti zina dan lainnya, bukankah ia mendapatkan dosa? Demikian juga jika ia menyalurkannya di tempat yang halal, ia akan mendapatkan pahala.
Kategori : Fikih Ibadah · Zakat · Keutamaan · Keutamaan Zikir · Fikih dan Uṣūl Fikih · Keutamaan dan Adab · Sedekah Sunah