Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- menikahi Maimūnah saat sedang ihram dan beliau serumah…

Islam > Hadis > Fikih dan usul fikih > Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- menikahi Maimūnah saat sedang ihram dan beliau serumah…

Hadits diriwayatkan oleh Muttafaq 'alaih

Sanadnya sahih

Diperbarui pada 26 Oktober 2026 pukul 23.26

📖 2 menit baca

Teks hadits: Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- menikahi Maimūnah s…

عن ابن عباس، قال: "تَزَوَّج النبيُّ صلى الله عليه وسلم مَيْمُونَة وهو مُحْرِمٌ، وبَنَى بِها وهو حَلالٌ، وماتَتْ بِسَرِف".

Penjelasan hadits: Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- menikahi Maimūnah s…

Hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu 'Abbās ini menunjukkan bahwa Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- menikahi Ummul Mukminin, Maimūnah saat beliau sedang ihram dan serumah dengannya setelah tahalul saat beliau sudah tidak ihram lagi. Maimunah wafat di daerah Sarif, daerah yang berada di antara Makkah dan Madinah yang menjadi tempat bulan madu beliau dengan Maimunah -raḍiyallāhu 'anhā-. Ulama menjelaskan bahwa apa yang disampaikan oleh Ibnu Abbas -raḍiyallāhu 'anhumā- dalam hadis ini tentang Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- yang sedang ihram menikahi Maimunah adalah kekeliruan dari Ibnu 'Abbās -raḍiyallāhu 'anhu-, karena hanya dia sendiri yang meriwatkannya, tanpa didukung sahabat lainnya, bahkan mayoritas sahabat menyelisihinya. Termasuk orang yang tidak sependapat adalah Maimūnah dan Abu Rāfi' -raḍiyallāhu 'anhumā- di mana keduanya lebih mengetahui detail pernikahan Rasulullah tersebut, karena keduanya yang berperan aktif dalam pernikahan itu. Abu Rāfi' -raḍiyallāhu 'anhu- sendiri menyatakan, "Aku menjadi perantara antara Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- dan Maimūnah, beliau menikahinya dan serumah dengannya dalam keadaan halal, tidak sedang ihram." Ummul Mukminin Maimūnah juga berkata, "Beliau menikahiku dalam keadaan halal." Kemungkinan besar Ibnu 'Abbās -raḍiyallāhu 'anhumā- tidak mengetahui pernikahan itu kecuali saat Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- sedang ihram, sehingga ia mengira beliau menikahi Maimūnah dalam keadaan ihram. Sebagian ulama menafsirkan pernyataan Ibnu 'Abbās bahwa beliau menikahi Maimūnah di tanah Haram dalam keadaan halal.

Kategori : Fikih Keluarga · Pernikahan · Fikih dan Uṣūl Fikih · Rulings and Conditions of Marriage

بسم الله الرحمن الرحيم Sel 15 Jumadil Awal
الثلاثاء 15 جمادى الأولى
بدر Bulan Purnama Hari 16.6 / 29.5
Iluminasi 96%
Bulan baru dalam 13 hari
اللهم صل على محمد Ya Allah, limpahkan shalawat kepada Muhammad

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.

QS. Al-Ahzab: 56

Shalawat Nabi