Islam > Hadis > Fikih dan usul fikih > Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- menetap (singgah) bersama Ṣafiyyah selama tiga hari di…
Hadis sahihDiperbarui pada 26 Oktober 2026 pukul 23.26
📖 1 menit bacaعن أنس بن مالك رضي الله عنه قال: أقام النبي صلى الله عليه وسلم بين خيبر والمدينة ثلاث ليال يُبْنَى عليه بصفية، فدعوتُ المسلمين إلى وليمته، وما كان فيها من خبز ولا لحم، وما كان فيها إلا أن أمر بلالا بالأنْطَاعِ فَبُسِطَتْ، فألقى عليها التمر والأقِطَ والسَّمْنَ، فقال المسلمون: إحدى أمهات المؤمنين، أو ما مَلَكَتْ يمينه؟ قالوا: إن حَجَبَهَا فهي إحدى أمهات المؤمنين، وإن لم يحجبها فهي مما ملكت يمينه، فلما ارتحل وَطَّأَ لها خَلْفَهُ، ومَدَّ الحِجَابَ.
Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- mengadakan perjalanan antara Khaibar dan Madinah dan menetap (singgah) tiga hari tiga malam bersama Ummul Mukminin, Ṣafiyyah -raḍiyallāhu 'anhā- saat beliau menikahinya. Selanjutnya beliau -'alaihi aṣ-ṣalātu wa as-salām- mengadakan resepsi pernikahan lalu menyuruh Anas -raḍiyallāhu 'anhu- agar mengundang orang-orang ke resepsi tersebut untuk makan. Saat itu tidak ada roti,, dan tidak pula daging karena kondisi Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- yang terbatas. Hanya ada karpet dari kulit yang dihamparkan lalu diletakkan di atasnya kurma, keju, dan sebagainya. Orang-orang pun menyantapnya. Lantas mereka saling bertanya-tanya. (Sebagian mereka) berkata, "Jika Nabi -'alaihi aṣ-ṣalātu wa as-salām- meletakkan hijab (tabir) kepada Ṣafiyyah, berarti dia salah seorang Ummahatul Mukminin karena hijab diwajibkan kepada mereka. Jika beliau tidak menghijabinya, berarti dia salah seorang hamba sahaya beliau. Saat beliau menutupi Ṣafiyyah dengan hijab dan memberikan tempat lapang di kendaraan di belakang beliau, mereka pun yakin bahwa dia salah seorang Ummahatul Mukminin.
Kategori : Fikih Keluarga · Pernikahan · Sirah Nabawiyah · Istri-istri Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- dan Kondisi Rumah Tangga Beliau · Fikih dan Uṣūl Fikih · Walimatul 'Urs · Sejarah dan Tarikh