Islam > Hadis > Fikih dan usul fikih > Sulaiman bin Daud -'alaihima as-salām- berkata, "Sungguh malam ini aku akan menggilir tuju…
Hadis sahihDiperbarui pada 26 Oktober 2026 pukul 23.26
📖 1 menit bacaعن أبي هُريرة رضي الله عنه عن النبيِّ صلى الله عليه وسلم قال: "قال سليمان بن داود -عليهما السلام-: لَأَطُوفنَّ الليلةَ على سَبْعينَ امرأةً، تَلِدُ كلُّ امرأةٍ منهن غُلامًا يقاتلُ في سبيلِ الله، فقِيل له: قل: إن شاءَ الله، فلم يَقُلْ، فطافَ بهنَّ، فلم تَلِدْ منهن إلا امرأةٌ واحدةٌ نصفَ إنسانٍ". قال: فقال رسولُ الله صلى الله عليه وسلم : "لو قالَ: إن شاء الله لم يَحْنَثْ، وكان دَرَكًا لحاجتهِ".
Nabiyullāh Sulaimān -'alaihi as-salām- berkata kepada teman duduknya bahwa dalam satu malam dia akan menggilir tujuh puluh istrinya dan menyetubuhi mereka. Saat itu, memiliki banyak istri dengan jumlah tersebut dibolehkan dalam syariatnya atau termasuk kekhususannya. Niat dia agar setiap istri melahirkan seorang anak yang akan berperang di jalan Allah - Ta'āla-. Teman duduknya berkata, "Ucapkanlah Insya Allah." Ternyata Sulaiman lupa dan tidak mengucapkannya. Ia menggilir istri-istrinya sebagaimana diucapkannya dan tidak ada seorang pun dari istrinya yang melahirkan kecuali seorang istri yang melahirkan anak setengah manusia. Yakni, gugur dalam keadaan fisiknya tidak sempurna. Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- mengabarkan bahwa jika Sulaiman -'alaihi as-salām- mengucapkan "InsyāAllah" niscaya dia tidak akan melanggar sumpahnya, dan ucapan ini pasti menjadi sebab kebutuhannya terpenuhi dan hasratnya terwujud.
Kategori : Fikih Muamalah · Sumpah dan Nazar · Fikih dan Uṣūl Fikih