Janganlah engkau membelinya, dan jangan mengambil kembali sedekahmu meskipun dia menjualny…

Islam > Hadis > Fikih dan usul fikih > Janganlah engkau membelinya, dan jangan mengambil kembali sedekahmu meskipun dia menjualny…

Hadits diriwayatkan oleh Muttafaq 'alaih

Hadis sahih

Diperbarui pada 26 Oktober 2026 pukul 23.26

📖 2 menit baca

Teks hadits: Janganlah engkau membelinya, dan jangan mengambil kemba…

عن عمر بن الخطاب رضي الله عنه قال: «حَمَلْتُ على فرس في سبيل الله، فأضاعه الذي كان عنده، فأردت أن أشتريه، وظننت أنه يبيعه بِرُخْصٍ، فسألت النبي صلى الله عليه وسلم ؟ فقال: لا تَشْتَرِهِ، ولا تعد في صدقتك؛ فإن أَعْطَاكَهُ بِدِرْهَمٍ؛ فإن العَائِدَ في هِبَتِهِ كالعَائِدِ في قَيْئِهِ».

Penjelasan hadits: Janganlah engkau membelinya, dan jangan mengambil kemba…

Umar bin Al-Khaṭṭāb -raḍiyallāhu 'anhu- pernah membantu seseorang dalam berjihad di jalan Allah. Dia memberinya kuda untuk berperang. Ternyata orang itu lalai dalam memberi nafkah kepada kuda itu dan tidak cakap dalam mengurusnya, serta membuatnya letih hingga kuda itu kurus dan lemah. Umar berkeinginan untuk membeli kembali kuda itu darinya dan dia tahu bahwa kuda itu akan menjadi murah karena kurus dan kelemahannya. Umar tidak berani membelinya hingga beliau berkonsultasi dengan Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-, karena merasa ada sesuatu di hatinya tentang hal itu. Kemudian Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- melarangnya untuk membeli kuda itu meskipun dengan harga sangat murah. Sebab, kuda ini adalah sesuatu yang dikeluarkan (disedekahkan) semata-mata karena Allah -Ta'ālā-, maka engkau tidak boleh mengawasinya dan menaruh perhatian kepadanya, agar orang yang diberi hadiah itu tidak berat sebelah kepadamu mengenai harganya. Dengan demikian, engkau mengambil kembali sebagian sedekahmu. Mengingat kuda ini keluar darimu, dan menghapus dosa-dosamu, serta melenyapkan keburukan-keburukan dan juga sampah-sampah darimu, maka tidak selayaknya kembali lagi kepadamu. Karena itulah, membeli kuda itu dinamakan mengambil sedekah kembali, padahal dia membelinya dengan harga. Ini beliau samakan dengan kembali mengambil muntah, yaitu sesuatu yang keluar dari perut melalui mulut. Kembali maksudnya adalah memakannya kembali setelah keluar. Ini tujuannya untuk menampakkan kejijikan dan supaya orang menjauhi perbuatan tersebut.

Kategori : Fikih Muamalah · Hibah dan Pemberian · Fikih dan Uṣūl Fikih

بسم الله الرحمن الرحيم Rab 16 Jumadil Awal
الأربعاء 16 جمادى الأولى
أحدب متناقص Cembung Akhir Hari 16.6 / 29.5
Iluminasi 96%
Bulan baru dalam 13 hari
اللهم صل على محمد Ya Allah, limpahkan shalawat kepada Muhammad

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.

QS. Al-Ahzab: 56

Shalawat Nabi