Siapa ingin beriktikaf denganku, hendaknya ia beriktikaf pada sepuluh hari terakhir karena…

Islam > Hadis > Fikih dan usul fikih > Siapa ingin beriktikaf denganku, hendaknya ia beriktikaf pada sepuluh hari terakhir karena…

Hadits diriwayatkan oleh Muttafaq 'alaih

Hadis sahih

Diperbarui pada 26 Oktober 2026 pukul 23.26

📖 1 menit baca

Teks hadits: Siapa ingin beriktikaf denganku, hendaknya ia beriktika…

عن أبي سعيد الخُدْري رضي الله عنه : «أن رسول الله صلى الله عليه وسلم كان يَعْتَكِفُ في العَشْرِ الأَوْسَطِ من رمضان. فاعتكف عامًا، حتى إذا كانت لَيْلَةَ إِحْدَى وَعِشْرِينَ -وهي اللَّيْلَةُ التي يخرج من صَبِيحَتِهَا من اعتكافه- قال: من اعتكف معي فَلْيَعْتَكِفِ العَشْرَ الأَوَاخِرَ فقد أُرِيتُ هَذِهِ اللَّيْلَةَ ثم أُنْسِيتُهَا، وقد رَأَيْتُنِي أَسْجُدُ فِي مَاءٍ وَطِينٍ من صَبِيحَتِهَا، فَالْتَمِسُوهَا فِي العَشْرِ الأَوَاخِرِ، والتمسوها في كل وِتْرٍ. فَمَطَرَتِ السَّمَاءُ تلك الليلة، وكان المسجد على عَرِيشٍ، فَوَكَفَ المسجد، فَأبْصَرَتْ عَيْنَايَ رسول الله صلى الله عليه وسلم وعلى جَبْهَتِهِ أَثَرُ المَاءِ وَالطِّين من صُبْحِ إحْدَى وَعشْرِيْنَ».

Penjelasan hadits: Siapa ingin beriktikaf denganku, hendaknya ia beriktika…

Abu Sa'īd Al-Khudri -raḍiyallāhu 'anhu- mengabarkan bahwa Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- beriktikaf di sepuluh hari pertengahan Ramadan untuk mencari lailatul qadar. Beliau beriktikaf di bulan Ramadan di tahun itu - sebagaimana kebiasaannya - hingga ketika malam keduapuluh satu, yaitu malam ketika pagi harinya beliau keluar dari iktikaf, beliau tahu bahwa lailatul qadar terjadi pada sepuluh hari terakhir. Lantas beliau bersabda kepada para sahabatnya, "Barangsiapa beriktikaf denganku di sepuluh malam pertengahan, hendaknya ia meneruskan ik'tikafnya dan beriktikaflah di sepuluh hari terakhir." Beliau mengabarkan bahwa Allah -Ta'ālā- telah memperlihatkan malam itu kepadanya dalam tidur kemudian beliau terlupa. Hanya saja dalam mimpi itu beliau melihat tanda-tandanya pada tahun itu, yaitu beliau sujud dalam shalat shubuh di atas air dan tanah. Allah membenarkan mimpi Nabi-Nya -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-. Malam keduapuluh satu itu langit menurunkan hujan dan masjid Nabi Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- dibangun seperti tempat bernaung; tiangnya dari batang korma dan atapnya dari pelepahnya. Masjid itu pun meneteskan air bekas hujan. Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- sujud di pagi keduapuluh satu di atas air dan tanah.

Kategori : Fikih Ibadah · Puasa · Fikih dan Uṣūl Fikih · Iktikaf · Sepuluh Hari Terakhir Bulan Ramaḍan

بسم الله الرحمن الرحيم Sel 15 Jumadil Awal
الثلاثاء 15 جمادى الأولى
بدر Bulan Purnama Hari 16.5 / 29.5
Iluminasi 97%
Bulan baru dalam 13 hari
لا إله إلا الله Tiada Tuhan selain Allah

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.

QS. Al-Ahzab: 56

Shalawat Nabi