Kami pernah masuk menemui Khabbāb bin Al-Arat -raḍiyallāhu 'anhu- untuk menjenguknya, dan …

Islam > Hadis > Fikih dan usul fikih > Kami pernah masuk menemui Khabbāb bin Al-Arat -raḍiyallāhu 'anhu- untuk menjenguknya, dan …

Hadits diriwayatkan oleh Muttafaq 'alaih, dan ini redaksi Bukhari

Hadis sahih

Diperbarui pada 26 Oktober 2026 pukul 23.26

📖 2 menit baca

Teks hadits: Kami pernah masuk menemui Khabbāb bin Al-Arat -raḍiyall…

عن قيس بن أبي حازم، قال: دخلنا على خباب بن الأرت - رضي الله عنه - نعودُه وقد اكْتَوى سبعَ كَيّات، فقال: إن أصحابنا الذين سَلفوا مضوا، ولم تَنقصهم الدنيا، وإنّا أصبنا ما لا نجد له مَوضعاً إلا التراب ولولا أن النبي - صلى الله عليه وسلم - نهانا أن ندعوَ بالموت لدعوتُ به. ثم أتيناه مرة أخرى وهو يبني حائطاً له، فقال: إن المسلم ليُؤجَر في كل شيء يُنفقه إلا في شيء يجعلُه في هذا التراب.

Penjelasan hadits: Kami pernah masuk menemui Khabbāb bin Al-Arat -raḍiyall…

Dalam hadis ini menunjukkan bahwa Khabbab bin al-Arat -raḍiyallāhu 'anhu- melakukan pengobatan kayy sebanyak 7 kali, lalu ia didatangi oleh sahabat-sahabatnya yang menjenguknya. Lalu ia mengabarkan kepada mereka bahwa para sahabat yang telah lebih dahulu meninggal dunia dan tidak menikmati sedikit pun kenikmatan dunia, maka itu tidak bernilai dibanding dengan apa yang disiapkan untuk mereka di akhirat. Dan bahwa ia telah mendapatkan harta yang banyak hingga tidak mendapatkan tempat untuk menyimpannya selain memendamnya atau membangun (bangunan) dengannya. Seandainya saja Rasulullah tidak melarang kita untuk meminta kematian - kecuali pada saat terjadinya fitnah agama sebagaimana disebutkan (dalam dalil lain), pasti aku akan berdoa memintanya. Dan bahwa Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, “Sesungguhnya seseorang itu diberi pahala atas segala sesuatu yang diinfakkannya di tanah ini”, maksudnya: dalam membangun, karena jika seorang manusia mencukupkan diri dengan membangun apa yang cukup untuknya, karena itu tidak membutuhkan biaya yang besar. Jadi harta yang digunakan untuk membangun tidak akan mendapatkan pahala, kecuali bangunan yang ditujukan untuk ditinggali oleh kaum fakir, atau yang keuntungannya digunakan di jalan Allah, atau yang semacamnya. Yang seperti inilah yang diberikan pahala. Tetapi bangunan yang ditinggalinya, ini tidak ada pahala di dalamnya.

Dan larangan yang ada tentang kayy itu ditujukan untuk orang yang meyakini bahwa kesembuhan itu hanya dari kayy. Adapun yang meyakini bahwa Allah -'Azza wa Jalla- adalah Sang Penyembuh, maka tidak mengapa. Atau itu ditujukan kepada orang yang mampu tahan melakukan pengobatan lain, namun karena tergesa-gesa ia tidak menjadikan (kayy) sebagai pengobatan terakhir.

Kategori : Kedokteran, Pengobatan, dan Ruqyah Syar'iyyah · Ilmu Pengobatan Nabi · Fikih dan Uṣūl Fikih

بسم الله الرحمن الرحيم Sel 15 Jumadil Awal
الثلاثاء 15 جمادى الأولى
بدر Bulan Purnama Hari 16.6 / 29.5
Iluminasi 96%
Bulan baru dalam 13 hari
اللهم صل على محمد Ya Allah, limpahkan shalawat kepada Muhammad

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.

QS. Al-Ahzab: 56

Shalawat Nabi