Islam > Hadis > Akidah > Jarak antara dua tiupan sangkakala itu empat puluh. Ada yang bertanya, "Wahai Abu Hurairah…
Hadis sahihDiperbarui pada 26 Oktober 2026 pukul 23.26
📖 1 menit bacaعن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : «بين النفختين أربعون» قالوا: يا أبا هريرة أربعون يومًا؟ قال: أَبَيْتُ. قالوا: أربعون سنة؟ قال: أَبَيْتُ. قالوا: أربعون شهرا؟ قال: أَبَيْتُ. «ويَبْلَى كل شيء من الإنسان إلا عَجْبُ الذَّنَب، فيه يُرَكَّبُ الخلق، ثم يُنْزِلُ الله من السماء ماء فَيَنْبُتُونَ كما يَنْبُتُ الْبَقْلُ».
Sahabat yang mulia Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- mengabarkan kepada kita bahwa dia telah mendengar Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- menyebutkan bahwa jarak waktu antara tiupan (sangkakala) yang mematikan dan tiupan yang membangkitkan adalah empat puluh. Lantas Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- ditanya tentang jumlah ini, apakah yang dimaksud dengannya hari, bulan, atau tahun? Namun dia menolak untuk menjawab sebagai isyarat darinya bahwa dia tidak mendengar sesuatu tentang itu dari Rasul -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-. Kemudian beliau menyebutkan bahwa Allah -Ta’ālā- mengirimkan hujan lebat yang kental seperti sperma laki-laki, maka tumbuhlah darinya manusia di dalam kuburan-kuburan mereka sebagaimana tumbuhnya biji-bijian, kemudian mereka keluar, kemudian manusia berdiri menuju hari hisab (yang akan dilakukan) oleh Rabb semesta alam.
Kategori : Akidah · Iman Kepada Hari Akhir · Kehidupan di Alam Barzakh