Islam > Hadis > Akidah > Dia beruntung jika jujur.”
SahihDiperbarui pada 26 Oktober 2026 pukul 23.26
📖 1 menit bacaعَنْ طَلْحَةَ بْنِ عُبَيْدِ اللهِ رضي الله عنه قَالَ: جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ أَهْلِ نَجْدٍ ثَائِرُ الرَّأْسِ، نَسْمَعُ دَوِيَّ صَوْتِهِ، وَلَا نَفْقَهُ مَا يَقُولُ حَتَّى دَنَا مِنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَإِذَا هُوَ يَسْأَلُ عَنِ الْإِسْلَامِ، فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «خَمْسُ صَلَوَاتٍ فِي الْيَوْمِ وَاللَّيْلَةِ» فَقَالَ: هَلْ عَلَيَّ غَيْرُهُنَّ؟ قَالَ: «لَا، إِلَّا أَنْ تَطَّوَّعَ، وَصِيَامُ شَهْرِ رَمَضَانَ»، فَقَالَ: هَلْ عَلَيَّ غَيْرُهُ؟ فَقَالَ: «لَا، إِلَّا أَنْ تَطَّوَّعَ»، وَذَكَرَ لَهُ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الزَّكَاةَ، فَقَالَ: هَلْ عَلَيَّ غَيْرُهَا؟ قَالَ: «لَا، إِلَّا أَنْ تَطَّوَّعَ»، قَالَ: فَأَدْبَرَ الرَّجُلُ، وَهُوَ يَقُولُ: وَاللهِ، لَا أَزِيدُ عَلَى هَذَا، وَلَا أَنْقُصُ مِنْهُ، فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَفْلَحَ إِنْ صَدَقَ».
Seorang laki-laki penduduk Nejd datang menemui Nabi ﷺ dengan rambut acak-acakan dan berbicara dengan nada tinggi, namun ucapannya tidak dapat dipahami. Kemudian ia merapat ke arah Nabi ﷺ lalu bertanya tentang kewajiban-kewajiban dalam Islam.
Nabi ﷺ memulai dengan menyebutkan salat. Beliau mengabarinya bahwa Allah telah mewajibkan padanya lima kali salat dalam sehari semalam.
Lantas laki-laki itu bertanya: Apakah ada salat lain selain kelima salat ini yang wajib atasku?
Beliau menjawab: Tidak ada, kecuali engkau sukarela melakukan salat sunah.
Kemudian beliau ﷺ menyebutkan: Di antara yang Allah wajibkan atasmu ialah puasa bulan Ramadan.
Laki-laki itu bertanya: Apakah ada puasa lain selain puasa Ramadan yang wajib atasku?
Beliau menjawab: Tidak ada, kecuali engkau sukarela melakukan puasa sunah.
Kemudian beliau ﷺ menyebutkan kepadanya zakat.
Lantas laki-laki itu bertanya: Apakah ada sedekah lain selain zakat fardu yang wajib atasku?
Beliau menjawab: Tidak ada, kecuali engkau melakukan sedekah sunah.
Setelah laki-laki itu mendengar kewajiban-kewajiban tersebut dari Nabi ﷺ, dia beranjak pergi seraya bersumpah dengan nama Allah Ta'ala akan melaksanakannya tanpa ditambah maupun dikurangi. Maka Nabi ﷺ bersabda setelah itu: Jika laki-laki itu jujur pada sumpah yang diucapkannya, niscaya ia termasuk di antara orang-orang yang beruntung.
Kategori : Akidah · Nama dan Hukum · Islam