Islam > Hadis > Fikih dan usul fikih > Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- memacu kuda yang sudah dirampingkan dari Al-Ḥafya ke Ṡ…
Hadis sahihDiperbarui pada 26 Oktober 2026 pukul 23.26
📖 1 menit bacaعن عبد الله بن عمر رضي الله عنهما قال: «أَجْرَى النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم ما ضُمِّرَ مِن الْخَيْل: مِنْ الْحَفْيَاءِ إلَى ثَنِيَّةِ الوَداع، وَأَجْرَى ما لَمْ يُضَمَّرْ: مِنْ الثَّنِيَّةِ إلَى مسجد بني زُرَيْقٍ. قَال ابن عمر: وَكنْتُ فِيمَن أَجْرى. قَالَ سفيان: مِن الْحَفْيَاء إلى ثَنِيَّة الوداع: خمسة أمْيال، أو سِتَّة، ومن ثَنِيَّة الوداع إلى مسجد بني زُرَيْقٍ: مِيلٌ».
Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- senantiasa siap siaga untuk jihad dan melaksanakan berbagai perangkatnya sebagai implementasi firman Allah -Ta'āla-, "Dan persiapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu." Beliau merampingkan kuda dan melatih para sahabat untuk lomba pacuan kuda supaya mereka belajar menungganginya, maju dan mundur di atas kuda. Beliau sendiri menentukan batas yang harus dicapai oleh kuda yang sudah dikuruskan dan kuda yang tidak dikuruskan agar kuda-kuda itu terlatih dan terbina, dan supaya para sahabat selalu siaga untuk jihad. Untuk itu, beliau memacu kuda al-Muḍammarah -kuda yang diberi makan lalu dibiarkan lapar secara seimbang sampai kuda itu kuat- sekitar enam mil. Sedangkan kuda yang tidak dikuruskan dipacu satu mil. Abdullah bin Umar - raḍiyallāhu 'anhu- termasuk salah seorang sahabat muda yang berpartisipasi dalam kegiatan ini.
Kategori : Fikih Ibadah · Jihad · Fikih dan Uṣūl Fikih · Berbagai Hukum dan Perkara Jihad