Islam > Hadis > Fikih dan usul fikih > Wahai kaum Ansar, bukankah aku dapati kalian dalam kesesatan kemudian Allah memberi petunj…
Hadis sahihDiperbarui pada 26 Oktober 2026 pukul 23.26
📖 2 menit bacaعن عبد الله بن زيد بن عاصم قال: «لما أفَاء الله على رسوله يوم حُنَيْنٍ؛ قَسَم في الناس، وفي المُؤَلَّفَةِ قلوبهم، ولم يعطِ الأنصار شيئا. فكأنهم وجدوا في أنفسهم؛ إذ لم يُصِبْهُمْ ما أصاب الناس.
فخطبهم؛ فقال: يا معشر الأنصار، ألم أجدكم ضُلاَّلاً فهداكم الله بي؟ وكنتم متفرقين فَأَلَّفَكُمُ الله بي؟ وَعَالَةً فأغناكم الله بي؟ كلما قال شيئًا؛ قالوا: اللهُ ورسولُه أمَنُّ. قال: ما يمنعكم أن تجيبوا رسول الله؟ قالوا: الله ورسوله أمَنُّ. قال: لو شِئْتُمْ لقلتم: جئتنا كذا وكذا. أَلَا تَرْضَوْنَ أن يذهب الناس بالشاة والبعير، وتذهبون برسول الله إلى رحَالِكُم؟ لولا الهجرة لكنت امْرَأً من الأنصار، ولو سلك الناس واديًا أو شِعْبًا، لَسَلَكْتُ وادي الأنصار وَشِعْبَهَا. الأنصار شِعَارٌ، والناس دِثَارٌ، إنكم ستلقون بعدي أَثَرَةً ، فاصبروا حتى تلقوني على الحوض».
Ketika Allah mengaruniakan kepada Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- harta rampasan perang yang banyak pada perang Ḥunain dan setelah beliau selesai mengepung kota Ṭāif, beliau kembali mendatangi harta rampasan perang tersebut. Lantas Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- memberikannya kepada orang-orang yang baru masuk Islam untuk melembutkan hati mereka, akan tetapi sebagian orang Ansar tidak setuju dengan tindakan ini. Adapun orang-orang pilihan dari mereka, mereka tahu bahwa apa yang Rasulullah lakukan adalah benar. Ketika sampai ke telinga beliau apa yang mereka katakan; yang mana sebagian mereka mengatakan, "Rasulullah memberikan rampasan perang kepada kaum yang mana pedang-pedang bertetesan darah mereka dan tidak memberikan kepada kita", maka Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- segera mengumpulkan mereka di suatu kubah dan mereka pun berkumpul, kemudian Rasulullah mengatakan, "Perkataan apa yang sampai kepadaku dari kalian...dst. Maka Rasulullah pun menegur mereka dan mengakui jasa- jasa besar mereka (kaum Ansar) dalam menolong Rasulullah dan agama Islam yang ia bawa. Hati merekapun menjadi tenanglah dan mereka pun tahu besarnya nikmat yang Allah berikan untuk mereka yaitu bersahabat dengan Rasulullah, dan mereka pun pulang bersama Rasulullah ke kampung mereka, ditambah lagi dengan apa yang Allah siapkan untuk mereka di akhirat; yaitu balasan atas apa yang telah mereka kerjakan dan mereka korbankan. Oleh sebab itu, Rasulullah menyuruh mereka untuk bersabar menghadapi sifat keegoisan yang akan mereka hadapi sepeninggal beliau.
Kategori : Fikih Ibadah · Jihad · Keutamaan · Keutamaan Sahabat -raḍyallāhu 'anhum- · Fikih dan Uṣūl Fikih · Keutamaan dan Adab · Berbagai Hukum dan Perkara Jihad