Rasulullah -ṣallallāhu 'alahi wa sallam- mengutus sepuluh orang pasukan mata-mata dan meng…

Islam > Hadis > Akidah > Rasulullah -ṣallallāhu 'alahi wa sallam- mengutus sepuluh orang pasukan mata-mata dan meng…

Hadits diriwayatkan oleh Diriwayatkan oleh Bukhari

Hadis sahih

Diperbarui pada 26 Oktober 2026 pukul 23.26

📖 4 menit baca

Teks hadits: Rasulullah -ṣallallāhu 'alahi wa sallam- mengutus sepul…

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: بَعَث رسول الله صلى الله عليه وسلم عشرة رهْط عيْنا سرية، وأمّر عليها عاصم بن ثابت الأنصاري رضي الله عنه فانطلقوا حتى إذا كانوا بالهَدْأة؛ بين عُسْفان ومكة؛ ذكروا لِحَيٍ من هُذَيْل يقال لهم: بنو لحيَان، فنَفَروا لهم بقريب من مائة رجل رام، فاقتصُّوا آثارهم، فلما أحسَّ بهم عاصم وأصحابه، لَجَأوا إلى موضع، فأحاط بهم القوم، فقالوا: انزلوا فأَعْطُوا بأيديكم ولكم العهد والميثاق أن لا نقتل منكم أحدا. فقال عاصم بن ثابت: أيها القوم، أما أنا، فلا أَنْزل على ذِمَّة كافر: اللهم أخبِرْ عَنَّا نبيك صلى الله عليه وسلم فرموهم بالنّبْل فقتلوا عاصما، ونزل إليهم ثلاثة نفر على العهد والميثاق، منهم خُبَيب، وزيد بن الدِّثِنَة ورجل آخر. فلما اسْتَمْكَنوا منهم أطلقوا أوتار قِسِيِّهم، فربطوهم بها. قال الرجل الثالث: هذا أول الغَدْر والله لا أصحبكم إن لي بهؤلاء أُسْوة، يريد القتلى، فجرُّوه وعالَجوه، فأبى أن يصحبهم، فقتلوه، وانطلقوا بخُبيب، وزيد بن الدِّثِنِة، حتى باعوهما بمكة بعد وقعة بدر؛ فابتاع بنو الحارث بن عامر بن نوفل بن عبد مُناف خُبيبا، وكان خُبيب هو قَتَل الحارث يوم بدر. فلبث خُبيب عندهم أسيرا حتى أجْمعوا على قتله، فاستعار من بعض بنات الحارث موسى يستَحِدُّ بها فأعارته، فدَرَج بُنَيٌّ لها وهي غافلة حتى أتاه، فوجدَتْه مُجْلِسه على فخذه والمُوسى بيده، ففزعت فزعة عرفها خُبيب. فقال: أتخشين أن أقتله ما كنت لأفعل ذلك! قالت: والله ما رأيت أسيرا خيرا من خُبيب، فوالله لقد وجدته يوما يأكل قِطْفا من عنب في يده وإنه لموثَق بالحديد وما بمكة من ثمرة، وكانت تقول: إنه لَرِزْق رَزَقه الله خبيبا. فلما خرجوا به من الحرم ليقتلوه في الحِلِّ، قال لهم خُبيب: دعوني أصلِّي ركعتين، فتركوه، فركع ركعتين فقال: والله لولا أن تحسبوا أن ما بي جَزَع لزدتُ: اللهم أحْصِهم عددا، واقتلهم بِدَدَا، ولا تُبْقِ منهم أحدا. وقال:
فلسْتُ أُبالي حين أُقتَل مسلما... على أي جنْب كان لله مصرعي
وذلك في ذات الإله وإن يشأْ... يباركْ على أوصال شِلْوٍ مُمَزَّع.
وكان خُبيب هو سَنَّ لكل مسلم قُتِل صْبرا الصلاة. وأخبر - يعني: النبي صلى الله عليه وسلم أصحابه يوم أصيبوا خبرهم، وبعث ناس من قُريش إلى عاصم بن ثابت حين حُدِّثُوا أنه قُتل أن يُؤتوا بشيء منه يُعرف، وكان قتل رجلا من عظمائهم، فبعث الله لعاصم مثل الظُلَّة من الدَّبْرِ فحَمَتْه من رُسُلهم، فلم يقدروا أن يقطعوا منه شيئا.

Penjelasan hadits: Rasulullah -ṣallallāhu 'alahi wa sallam- mengutus sepul…

Dalam kisah 'Āṣim bin Ṡābit Al-Anṣārī dan para sahabatnya -raḍiyallāhu 'anhum- ini terdapat karamah yang luar biasa dan nyata yang dimiliki sebagian sahabat Nabi -ṣallallāhu 'alahi wa sallam-. Nabi -ṣallallāhu 'alahi wa sallam- mengutus mereka yang berjumlah sepuluh orang untuk memata-matai musuh agar bisa membawa berita dan rahasia mereka. Ketika mereka sampai di suatu perkampungan dekat Makkah, sekelompok orang dari kalangan Bani Hużail mengetahui mereka. Maka Bani Hużail segera menghimpun seratus ahli panah untuk mencari dan mengejar mereka hingga akhirnya bisa mengepung mereka. Orang orang Hużail ini kemudian meminta mereka segera menyerahkan diri dengan jaminan keamanan dan janji tidak akan membunuh mereka. Namun 'Āṣim berkata, “Demi Allah, saya tidak akan mengikuti jaminan orang kafir, karena orang kafir telah berkhianat kepada Allah -'Azzā wa Jallā-, dan orang yang berani mengkhianati Allah pasti mengkhianati hamba-hamba Allah.” Maka mereka pun menghujani para sahabat dengan anak panah hingga membunuh 'Āṣim bersama enam sahabat lainnya. Dan tersisa tiga sahabat yang terpaksa menerima tawaran menyerah dari Bani Hużail. Orang-orang Hużail menangkap ketiganya dan mengikat mereka. Maka berkatalah lelaki yang ketiga, “Ini adalah awal pengkhianatan kalian, demi Allah, aku tidak akan mau mengikuti kalian!”. Mereka pun membunuhnya. Lalu mereka membawa Khubaib dan sahabatnya kemudian menjualnya di kota Makkah. Khubaib -raḍiyallāhu 'anhu- dibeli oleh beberapa orang penduduk Makkah yang pemuka mereka dibunuh oleh Khubaib di Badar dan mereka menganggap saat itulah kesempatan untuk melakukan balas dendam terhadapnya. Merekapun menawannya. Suatu hari seorang anak bayi di rumah mereka mendekat ke Khubaib -raḍiyallāhu 'anhu-, seakan-akan anak tersebut mengasihani Khubaib. Lantas Khubaib mengambil anak itu dan mendudukkannya di pangkuannya, dan tepat saat itu Khubaib sedang memegang pisau cukur yang ia pinjam dari penghuni rumah tersebut, sedangkan ibu sang anak tersebut tidak sadar dengan kejadian tersebut. Tatkala ibunya melihat kejadian itu, ia tersentak kaget dan sangat khawatir bila Khubaib membunuh anaknya. Ketakutan wanita itu segera diketahui oleh Khubaib. Maka Khubaib berkata, “Demi Allah, aku tidak akan membunuhnya." Dahulu wanita ini sering menceritakan, “Demi Allah, aku belum pernah melihat tawanan sebaik Khubaib. Demi Allah, aku pernah memergokinya suatu hari sedang makan setangkai anggur dengan tangannya, padahal ketika itu di Makkah tidak ada buah-buahan. Saya mengerti itu merupakan karamah Khubaib -raḍiyallāhu 'anhu-; di mana Allah -'Azzā wa Jallā- memuliakannya dengan menurunkan setangkai buah anggur yang dia makan saat diborgol.” Kemudian mereka -anak cucu dari orang tua yang telah dibunuh Khubaib tersebut- sepakat untuk membunuhnya, namun karena mereka sangat memuliakan Tanah Haram maka mereka pun saling berkata, "Mari kita membunuhnya di luar Tanah Haram," Ketika mereka membawanya ke luar Tanah Haram untuk dieksekusi, Khubaib pun meminta izin kepada mereka untuk salat. Ketika selesai salat, ia berkata, "Seandainya aku tidak khawatir kalian akan menuduhku sebagai orang yang takut mati, maka aku pasti menambah salat." Khubaib -raḍiyallāhu 'anhu- hanya salat dua rakaat, kemudian mendoakan kebinasaan atas mereka dengan tiga permintaan, “Ya Allah, binasakanlah mereka semua, bunuhlah mereka semua terpisah-pisah dan jangan tinggalkan satupun dari mereka.” Doa yang ia panjatkan ini kemudian dikabulkan oleh Allah, sehingga tidaklah tahun itu berlalu melainkan seluruh orang yang bersekongkol membunuhnya juga terbunuh, tentunya ini merupakan salah satu karamahnya. Kemudian Khubaib menggubah dua bait syair:

"Aku tak peduli saat aku terbunuh dalam sebagai seorang Muslim

Dalam kondisi apapun kematianku di jalan Allah.

Itu semua demi Żat Allah jika Dia menghendaki,

Maka Dia memberkahi setiap anggota tubuh yang tercabik-cabik."

Adapun 'Āṣim bin Ṡābit -raḍiyallāhu 'anhu- yang terbunuh sedari awal, maka berita kematiannya sampai ke telinga kaum Quraisy, di mana ia telah membunuh salah seorang pemuka mereka. Ketika mendengar kabar ini, mereka mengirim beberapa orang untuk mengambil anggota tubuh 'Āṣim bin Ṡābit sebagai bukti penguat bagi mereka bahwa ia benar-benar telah terbunuh. Ketika mereka hendak mengambil anggota tubuh 'Āṣim, maka Allah mengirim sekelompok lebah seperti gumpalan awan yang dengannya Allah melindungi jenazahnya dari para utusan Quraisy tersebut, sehingga mereka sama sekali tidak mampu mendekatinya dan terpaksa pulang dengan tangan hampa. Hal ini merupakan salah satu karamah yang Allah anugrahkan pada 'Āṣim -raḍiyallāhu 'anhu-, yaitu Allah melindungi jenazahnya setelah meninggal dari musuh-musuh yang ingin memutilasinya.

Kategori : Fikih Ibadah · Jihad · Akidah · Sirah Nabawiyah · Fikih dan Uṣūl Fikih · Peperangan dan pasukan utusan Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- · Keutamaan Jihad · Iman Kepada Para Rasul · Sejarah dan Tarikh · Karamah Para Wali

بسم الله الرحمن الرحيم Sel 15 Jumadil Awal
الثلاثاء 15 جمادى الأولى
بدر Bulan Purnama Hari 16.5 / 29.5
Iluminasi 97%
Bulan baru dalam 13 hari
الله أكبر Allah Maha Besar

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.

QS. Al-Ahzab: 56

Shalawat Nabi