Siapa saja yang pernah melakukan suatu kezaliman terhadap saudaranya, baik itu terkait keh…
Islam > Hadis > Akidah > Siapa saja yang pernah melakukan suatu kezaliman terhadap saudaranya, baik itu terkait keh…
Hadits diriwayatkan oleh HR. Bukhari
Sahih
Diperbarui pada 26 Oktober 2026 pukul 23.26
📖 1 menit baca
Teks hadits: Siapa saja yang pernah melakukan suatu kezaliman terhad…
Penjelasan hadits: Siapa saja yang pernah melakukan suatu kezaliman terhad…
Nabi ﷺ memerintahkan agar semua orang yang pernah melakukan suatu kezaliman pada saudaranya yang muslim, baik itu terkait kehormatan, harta maupun darahnya, agar meminta maaf kepada orang yang ia zalimi tersebut selama ia masih di dunia. Ia mesti meminta maaf sebelum datangnya hari Kiamat yang kelak tidak lagi berguna dinar emas maupun dirham perak yang ia serahkan kepada orang yang ia zalimi demi menebus dirinya, karena kisas hari itu menggunakan kebaikan (pahala) dan keburukan (dosa). Orang yang terzalimi akan mengambil sebagian kebaikan orang yang berbuat zalim sesuai kadar kezaliman yang ditimpakan kepadanya. Akan tetapi, jika orang yang berbuat zalim tidak memiliki kebaikan, sebagian keburukan orang yang dizalimi akan dikurangi lalu ditimpakan kepada orang yang berbuat zalim sesuai kadar kezaliman tersebut.
Pelajaran: Siapa saja yang pernah melakukan suatu kezaliman terhad…
- 1- Bersungguh-sungguh menjauhi perbuatan zalim.
- 2- Anjuran bersegera melepaskan diri dari hak-hak yang melekat pada diri sendiri.
- 3- Amal saleh dan buahnya dapat rusak dan hilang karena menzalimi dan menyakiti orang lain.
- 4- Hak sesama hamba tidak akan dimaafkan oleh Allah kecuali dengan menunaikannya kepada pemiliknya yang berhak.
- 5- Dinar dan dirham adalah wasilah untuk mendapatkan manfaat di dunia, adapun di hari Kiamat maka dengan kebaikan dan keburukan.
- 6- Sebagian ulama berkata dalam masalah kehormatan, "Jika orang yang dizalimi tidak tahu, maka ia tidak perlu memberitahunya." Misalkan, ia mencelanya di sebuah majelis dan ia telah bertobat, maka ia tidak perlu memberitahunya. Ia hanya cukup memohonkannya ampunan dan mendoakannya, serta memujinya di majelis tempat ia mencelanya. Dengan cara itu, ia dianggap telah meminta maaf kepadanya.
Kategori :
Akidah
· Iman Kepada Hari Akhir
· Kehidupan Akhirat
بسم الله الرحمن الرحيم
Rab 16 Jumadil Awal
الأربعاء 16 جمادى الأولى
الله أكبر
Allah Maha Besar