Islam > Hadis > Akidah > "Sesungguhnya aku mencintaimu karena Allah." Orang itu menjawab, "Semoga Allah mencintaimu…
Hadis sahihDiperbarui pada 26 Oktober 2026 pukul 23.26
📖 1 menit bacaعن أنس بن مالك رضي الله عنه أنَّ رَجُلاً كَانَ عِند النَبِيَّ صلى الله عليه وسلم فَمَرَّ رَجُلٌ بِهِ، فقال: يا رسول الله، أنِّي لَأُحِبُّ هَذَا، فَقَال لَهُ النَبِيُّ صلى الله عليه وسلم : «أَأَعْلَمْتَهُ؟» قال: لا. قال: «أَعْلِمْهُ»، فَلَحِقَهُ، فقال: إِنِّي أُحِبُّك فِي الله، فقال: أّحَبَّك الَّذِي أَحْبَبْتَنِي لَهُ.
Hadis nabawi yang mulia ini dikemukakan sebagai penerapan dari perintah Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bahwa seseorang hendaknya memberitahu saudaranya jika dia mencintainya. .Tatkala seorang laki-laki yang duduk disamping beliau berkata, "Sesungguhnya aku mencintai pria ini." Maksudnya laki-laki lain yang lewat di hadapan mereka berdua. Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bertanya kepada Anas, "Apakah engkau sudah memberitahukan kepadanya tentang itu." Ini menunjukkan bahwa termasuk sunah, apabila seorang Muslim mencintai seseorang, hendaknya ia mengucapkan, "Sesungguhnya aku mencintaimu." Hal ini dilakukan karena kata-kata tersebut memasukkan kecintaan dalam hatinya. Sebab, manusia itu apabila mengetahui bahwa saudaranya mencintainya, dia pun mencintai saudaranya itu. Juga karena hati itu memiliki rasa saling mengenal dan berdekatan meskipun tidak diucapkan oleh lisan. Hal ini sebagaimana sabda Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-, "Sesungguhnya roh-roh itu pasukan yang saling bersatu. Roh-roh yang saling kenal (simpati) akan bersatu dan roh-roh yang saling antipati, pasti akan berselisih." Tetapi jika manusia mengucapkan kecintaanya dengan lisannya, maka hal ini akan menambah kecintaan dalam hati dengan mengatakan, "Sesungguhnya aku mencintaimu karena Allah."
Kategori : Ar-Raqāiq dan Nasihat · Akidah · Kondisi Orang-orang Saleh · Keutamaan dan Adab · Iman kepada Allah -'Azza wa Jalla- · Tauhid Al-Asmā` wa Aṣ-Ṣifāt