Demi Allah, sungguh dunia lebih hina bagi Allah dari (bangkai) ini di mata kalian

Islam > Hadis > Keutamaan dan adab > Demi Allah, sungguh dunia lebih hina bagi Allah dari (bangkai) ini di mata kalian

Hadits diriwayatkan oleh Diriwayatkan oleh Muslim

Hadis sahih

Diperbarui pada 26 Oktober 2026 pukul 23.26

📖 2 menit baca

Teks hadits: Demi Allah, sungguh dunia lebih hina bagi Allah dari (b…

عن جابر رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم مر بالسوق والناس كَنَفَتَيَهِ، فمر بِجَدْيٍ أَسَكَّ ميت، فتناوله فأخذ بأذنه، ثم قال: «أيكم يحب أن يكون هذا له بدرهم؟» فقالوا: ما نحب أنه لنا بشيء وما نصنع به؟ ثم قال: «أتحبون أنه لكم؟» قالوا: والله لو كان حيا ًكان عيباً، إنه أسك فكيف وهو ميت! فقال: «فو الله للدنيا أهون على الله من هذا عليكم».

Penjelasan hadits: Demi Allah, sungguh dunia lebih hina bagi Allah dari (b…

Jābir -raḍiyallāhu 'anhu- mengabarkan kepada kita bahwa Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- melintasi bangkai anak kambing yang telinganya putus di pasar. "Al-Jadyu" adalah anak kambing. "Asakku" artinya kedua telinganya terputus. Lantas Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- mengambilnya dan mengangkatnya lalu bersabda, "Apakah ada di antara kalian yang menginginkannya dengan satu dirham?" Mereka menjawab, "Wahai Rasulullah, kami tidak menginginkannya meskipun cuma-cuma." Beliau bersabda, "Apakah ada di antara kalian yang menginginkannya untuk dirinya?" Mereka menjawab, "Tidak." Beliau bersabda, "Sesungguhnya dunia lebih hina di sisi Allah -Ta'ālā- dari bangkai anak kambing ini." Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- ingin menjelaskan kepada para sahabatnya dan umatnya setelah mereka bahwa dunia itu lebih hina dan lebih rendah di sisi Allah -Ta'ālā- dari bangkai anak kambing yang kedua telinganya terputus, yang tidak disukai oleh jiwa-jiwa yang sehat. Ini keadaan dunia dibandingkan dengan akhirat. Ia tidak ada harganya di sisi Allah walau seberat sayap nyamuk. Hal ini sebagaimana (dijelaskan) dalam hadis Sahl bin Sa'ad -raḍiyallāhu 'anhu- dari Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-, "Seandainya dunia ini sebanding dengan satu sayap nyamuk di sisi Allah, niscaya Dia tidak akan memberi minum orang kafir walau satu teguk air." Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bermaksud menganjurkan para sahabatnya dan umat setelahnya agar menjadikan dunia sebagai sarana untuk sampai kepada jalan Allah, bukan sebagai tujuan dan maksud mereka. Sebab, hal itu merupakan kebinasaan bagi mereka.

Kategori : Ar-Raqāiq dan Nasihat · Celaan Cinta Dunia · Keutamaan dan Adab

بسم الله الرحمن الرحيم Sel 15 Jumadil Awal
الثلاثاء 15 جمادى الأولى
بدر Bulan Purnama Hari 16.6 / 29.5
Iluminasi 96%
Bulan baru dalam 13 hari
أستغفر الله Aku memohon ampun kepada Allah

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.

QS. Al-Ahzab: 56

Shalawat Nabi