Islam > Hadis > Fikih dan usul fikih > Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- membagi giliran dua hari untuk Aisyah; satu hari…
Hadis sahihDiperbarui pada 26 Oktober 2026 pukul 23.26
📖 1 menit bacaعن عائشة قالت: ما رأيتُ امرأةً أَحَبَّ إليَّ أنْ أكون في مِسْلَاخِها مِنْ سَوْدَة بنتِ زَمْعَة، مِنِ امرأةٍ فيها حِدَّةٌ، قالت: فلما كبِرتْ، جعلتْ يومَها مِنْ رسول الله صلى الله عليه وسلم لعائشة، قالت: يا رسول الله، قد جعلتُ يوْمِي مِنْكَ لعائشة، «فكان رسول الله صلى الله عليه وسلم ، يِقْسِمُ لعائشة يومين، يومَها ويومَ سَوْدَة».
Hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah -raḍiyallāhu 'anhā- ini berisi satu informasi mengenai Ummul-Mukminin, Saudah binti Zam'ah -raḍiyallāhu 'anhā-. Aisyah menuturkan bahwa Saudah binti Zam'ah adalah wanita pilihan dan ia sendiri berangan-angan ingin seperti dirinya. Ia menyebutkan salah satu sifatnya yaitu dia adalah wanita yang memiliki jiwa yang kuat. Ia juga mengabarkan tentang Saudah bahwa ketika ia sudah menua dan khawatir akan ditinggalkan oleh Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-, ia pun ingin agar dirinya tetap menjadi istri beliau dan beruntung memperoleh kemuliaan dan keutamaan tersebut, yaitu sebagai ibu bagi kaum mukminin, dan salah seorang istri pemimpin para rasul -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-. Ia berkata, "Aku menyerahkan giliranku kepada Aisyah." Maka Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- pun menerimanya dan beliau bermalam di rumah Aisyah selama dua malam; malam milik Aisyah dan malam milik Saudah.
Kategori : Fikih Keluarga · Pernikahan · Keutamaan · Keutamaan Ahlul Bait -raḍiyallāhu 'anhum- · Fikih dan Uṣūl Fikih · Keutamaan dan Adab · Pergaulan Antara Suami Istri