Islam > Hadis > Keutamaan dan adab > Sesungguhnya nama paling hina di sisi Allah adalah seseorang yang diberi nama dengan Raja …
Hadis sahihDiperbarui pada 26 Oktober 2026 pukul 23.26
📖 1 menit bacaعن أبي هريرة رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: «إن أَخْنَعَ اسم عند الله رجل تسمى ملك الأملاك، لا مالك إلا الله».
وفي رواية: «أَغْيَظُ رجل على الله يوم القيامة، وأخبثه وأَغْيَظُه عليه، رجل كان يسمى ملك الأملاك، لا مَلِكَ إلا الله».
قال سفيان: «مثل شَاهَانْ شَاهْ»، وقال أحمد بن حنبل: سألت أبا عمرو عن أَخْنَع؟ فقال: «أَوْضَع».
Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- mengabarkan bahwa manusia paling hina di sisi Allah -'Azza wa Jallā- adalah seseorang yang diberi nama dengan nama yang mengandung makna kebesaran dan kesombongan yang hanya layak bagi Allah -Ta'āla-, seperti Raja Diraja. Sebab, nama ini mengandung tandingan terhadap Allah, dan pelakunya mengklaim untuk dirinya atau diklaim bahwa dia tandingan bagi Allah. Karena itu, orang yang menyandang nama tersebut adalah orang yang paling dibenci di sisi Allah dan paling buruk di sisi-Nya. Bisa juga mengandung makna bahwa dia adalah manusia paling dibenci.
Selanjutnya Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- menjelaskan bahwa tidak ada raja yang sebenarnya bagi alam semesta termasuk raja dan budak di dalamnya kecuali Allah -'Azza wa Jallā-. Hadis ini mengandung nasihat dan peringatan bagi orang-orang yang menyandangkan nama atau gelar kepada para tokoh tanpa memahami maknanya dan maksudnya sehingga mereka tidak terperosok kepada apa yang dilarang oleh hadis ini. Hanya Allah tempat meminta pertolongan.
Kategori : Adab-adab Syar'i · Adab Berbicara dan Diam · Keutamaan dan Adab · Ucapan-ucapan Terlarang dan Penyakit Lidah