Tidak akan masuk surga orang yang dalam hatinya terdapat sifat sombong walaupun sebesar bi…

Islam > Hadis > Keutamaan dan adab > Tidak akan masuk surga orang yang dalam hatinya terdapat sifat sombong walaupun sebesar bi…

Hadits diriwayatkan oleh Diriwayatkan oleh Muslim

Hadis sahih

Diperbarui pada 26 Oktober 2026 pukul 23.26

📖 2 menit baca

Teks hadits: Tidak akan masuk surga orang yang dalam hatinya terdapa…

عن عبد الله بن مسعود رضي الله عنه عن النبيِّ صلى الله عليه وسلم ، قَالَ: «لا يدخلُ الجنةَ مَن كان في قلبه مِثقال ذرةٍ من كِبر» فقال رجل: إنّ الرجلَ يحب أن يكون ثوبه حسنا، ونَعله حسنة؟ قال: «إنّ الله جميلٌ يحب الجمالَ، الكِبر: بَطَرُ الحق وغَمْطُ الناس».

Penjelasan hadits: Tidak akan masuk surga orang yang dalam hatinya terdapa…

Dari Ibnu Mas'ud -raḍiyallāhu 'anhu- bahwa Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, "Tidak akan masuk surga orang yang dalam hatinya terdapat sifat sombong walaupun sebesar biji sawi." Hadis ini termasuk hadis ancaman, dan membutuhkan rincian sesuai dengan dalil-dalil syariat. Orang yang di dalam hatinya ada kesombongan; apabila kesombongan itu adalah kesombongan terhadap kebenaran dan ketidaksukaan padanya, maka pelakunya adalah kafir yang kekal di neraka dan tidak masuk surga. Hal ini berdasarkan firman Allah -Ta'ālā-, "Yang demikian itu karena mereka membenci apa (Al-Qur'an) yang diturunkan Allah, maka Allah menghapus segala amal mereka." Sedangkan sombong kepada manusia dan takabur kepada makhluk, tetapi ia tidak menyombongkan diri dari ibadah kepada Allah, maka ancamannya adalah dia tidak akan masuk surga bersama rombongan pertama. Saat Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- menyampaikan hadis tersebut, seorang lelaki berkata, "Wahai Rasulullah, ada orang yang senang jika pakaiannya bagus dan sandalnya pun bagus. Yakni, apakah ini termasuk kesombongan?" Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, "Sesungguhnya Allah itu Maha Indah dan mencintai keindahan." Maha Indah dalam Zat-Nya, Maha Indah dalam segala perbuatan-Nya, dan Maha Indah dalam segala sifat-Nya. Segala sesuatu yang berasal dari Allah -'Azza wa Jalla- adalah indah tidak jelek."

Sabda beliau, "Mencintai keindahan," Yakni, menyukai berhias. Artinya Allah suka jika manusia memperindah dirinya dalam pakaiannya, sandalnya, tubuhnya, dan segala urusannya. Sebab, berhias atau memperindah diri dapat menarik hati manusia dan menjadikan manusia suka kepadanya. Ini berbeda dengan perbuatan memperburuk diri di mana manusia menjadi jelek rambutnya, pakaiannya atau bajunya.

Kategori : Fikih Akhlak · Akhlak Tercela · Keutamaan dan Adab

بسم الله الرحمن الرحيم Rab 16 Jumadil Awal
الأربعاء 16 جمادى الأولى
أحدب متناقص Cembung Akhir Hari 16.7 / 29.5
Iluminasi 96%
Bulan baru dalam 13 hari
سبحان الله Maha Suci Allah

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.

QS. Al-Ahzab: 56

Shalawat Nabi