Islam > Hadis > Fikih dan usul fikih > Siapa yang meninggal dunia dalam keadaan tidak pernah berperang (di jalan Allah), dan tida…
Hadis sahihDiperbarui pada 26 Oktober 2026 pukul 23.26
📖 1 menit bacaعن أبي هريرة رضي الله عنه مرفوعاً: «من مات ولم يَغْزُ، ولم يُحدث نفسه بالغزو، مات على شُعْبَةٍ من نِفَاقٍ»
Setiap lelaki yang mampu untuk berperang dan menemui ajal tanpa berperang dan tidak ada niat dalam dirinya untuk itu. Yakni, dia sendiri tidak membicarakan perang dalam hatinya. Artinya tidak bertekad untuk berjihad maka hal itu mengandung kemunafikan. Salah satu tandanya secara lahir ialah mempersiapkan peralatan perang. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Dan jika mereka mau berangkat, niscaya mereka mempersiapkan persiapan untuk keberangkatan itu.
Sabda beliau, "maka ia mati di atas salah satu cabang kemunafikan." Yakni, salah satu cabang nifak. Artinya barangsiapa mati dalam kondisi seperti itu, maka ia laksana orang-orang munafik dan orang-orang yang tidak ikut berjihad. Siapa yang menyerupai satu kaum maka dia bagian dari mereka. Maka wajib bagi setiap mukmin memasang niat untuk berjihad.
Kategori : Fikih Ibadah · Jihad · Fikih dan Uṣūl Fikih · Keutamaan Jihad