Pulanglah kepada kedua orang tuamu dan dampingi mereka dengan baik!

Islam > Hadis > Keutamaan dan adab > Pulanglah kepada kedua orang tuamu dan dampingi mereka dengan baik!

Hadits diriwayatkan oleh Muttafaq 'alaih

Hadis sahih

Diperbarui pada 26 Oktober 2026 pukul 23.26

📖 2 menit baca

Teks hadits: Pulanglah kepada kedua orang tuamu dan dampingi mereka…

عن عبد الله بن عمرو رضي الله عنهما قال: أقبَلَ رجل إلى نبي الله صلى الله عليه وسلم فقال: أُبَايِعُكَ على الهجرة والجهاد أَبْتَغِي الأجر من الله تعالى قال: «فَهَل لَكَ من وَالِدَيك أحد حيٌّ؟» قال: نعم، بل كلاهما، قال: «فتبتغي الأجر من الله تعالى؟» قال: نعم، قال: «فَارْجِع إلى وَالِدَيك، فَأَحْسِن صُحْبَتَهُمَا».
وفي رواية لهما: جاء رجل إلى النبي صلى الله عليه وسلم فاستأذنه في الجهاد، فقال: «أَحَيٌّ والداك؟»، قال: نعم، قال: «فَفِيهِمَا فجاهد».

Penjelasan hadits: Pulanglah kepada kedua orang tuamu dan dampingi mereka…

Seseorang datang kepada Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- dan mengabarkan kepadanya tentang keinginan dan kecintaannya untuk jihad dan hijrah di jalan Allah Ta'ālā. Namun orang ini meninggalkan kedua orang tuanya. Disebutkan dalam riwayat Abu Daud, "Kedua (orang tuanya) menangis" karena takut anaknya akan binasa. Maka Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bertanya kepadanya, "Apakah ada di antara kedua orang tuamu ada yang masih hidup?" Dia berkata, "Ya, bahkan kedua-duanya." Beliau bertanya, "Apakah engkau mencari pahala dari Allah -Ta'ālā-?" Dia menjawab, "Ya". Beliau bersabda, "Kembalilah kepada kedua orang tuamu dan pergaulilah keduanya dengan baik!" Dalam riwayat Abu Daud (beliau bersabda), "Kembalilah kepada keduanya, buatlah keduanya tertawa sebagaimana engkau telah membuatnya menangis." Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- menunjukkan kepadanya amalan yang lebih utama dan wajib baginya, yaitu kembali kepada kedua orang tuanya dan mempergaulinya dengan baik. Karena hal itu termasuk berjihad dengan jiwa untuk melayaninya, meraih ridanya dan taat kepadanya, sebagaimana dijelaskan dalam riwayat Bukhari dan Muslim, "Berjihadlah pada keduanya!" Dalam hadis yang lain terdapat lafal yang jelas bahwa berbakti pada kedua orang tua dan ketaatan serta kebaikan pada keduanya adalah lebih utama dari jihad di jalan Allah seperti tercantum dalam riwayat Ibnu Umar -raḍiyallāhu 'anhumā-, ia berkata, Seorang laki-laki datang menghadap Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- guna menanyakan tentang amalan terbaik, Beliau menjawab, "Salat". Dia bertanya lagi, "Lalu apa?" Beliau jawab, "Jihad". Dia berkata, "Aku masih punya orang tua." Beliau bersabda, "Baktimu kepada kedua orang tuamu adalah lebih baik!" HR. Ibnu Hibban. Hadis ini menunjukkan bahwa bakti pada kedua orang tua lebih utama dari jihad, kecuali jika jihadnya fardu 'ain maka ini lebih didahulukan dari berbakti kepada keduanya karena menjadi wajib bagi individu.

Kategori : Keutamaan · Keutamaan Berbakti Pada Kedua Orang Tua · Keutamaan dan Adab

بسم الله الرحمن الرحيم Sel 15 Jumadil Awal
الثلاثاء 15 جمادى الأولى
بدر Bulan Purnama Hari 16.5 / 29.5
Iluminasi 96%
Bulan baru dalam 13 hari
سبحان الله Maha Suci Allah

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.

QS. Al-Ahzab: 56

Shalawat Nabi