Islam > Hadis > Keutamaan dan adab > Ummu Anas berkata, "Janganlah engkau sekali-kali memberitahukan rahasia Rasulullah -ṣallal…
Hadis sahihDiperbarui pada 26 Oktober 2026 pukul 23.26
📖 1 menit bacaعن ثابت عن أنس رضي الله عنه قال: أتى عَلَيَّ رسول الله صلى الله عليه وسلم وأنا أَلْعَبُ مع الغِلْمَانِ، فَسَلَّمَ علينا، فبعثني إلى حاجة، فأَبْطَأْتُ على أمي، فلما جِئْتُ، قالت: ما حَبَسَكَ؟ فقلت: بعثني رسول الله صلى الله عليه وسلم لحاجة، قالت: ما حاجتُه؟ قلت: إنها سِرٌّ، قالت: لا تُخْبِرَنَّ بِسِرِّ رسول الله صلى الله عليه وسلم أحدًا، قال أنس: والله لو حَدَّثْتُ به أحدًا لحَدَّثْتُكَ به يا ثابت.
Dari Ṡābit, dari Anas, pelayan Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bahwa Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- pernah melintasinya saat dia sedang bermain dengan anak-anak kecil, karena saat itu Anas masih anak kecil. Lantas beliau mengucapkan salam kepada anak-anak yang sedang bermain. Selanjutnya beliau memanggil Anas bin Malik -raḍiyallāhu 'anhu- dan menyuruhnya untuk suatu keperluan sehingga dia terlambat (datang) kepada ibunya. Saat datang kepada ibunya, dia bertanya kepadanya, "Kenapa engkau telat?" Ia menjawab, "Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- mengutusku untuk satu keperluan." Ia bertanya, "Apa keperluan beliau?" Aku jawab, "Aku tidak akan pernah menceritakan rahasia Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-." Yakni, aku tidak akan menceritakan rahasia ini kepada siapa pun." Ia berkata, "Janganlah engkau sekali-kali memberitahukan rahasia Rasulullah - ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- kepada seseorang!" Sebagai bentuk penguatan dan penegasan baginya serta membenarkan uzurnya karena dia menolak untuk memberitahukan rahasia Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- kepadanya. Selanjutnya Anas berkata kepada muridnya, Ṡābit al-Bunāni yang senantiasa menyertainya, "Seandainya aku menceritakan kepada seseorang mengenai hajat/keperluan di mana beliau menyuruh saya melakukannya, niscaya aku menuturkannya kepadamu, wahai Ṡābit."
Kategori : Keutamaan · Keutamaan Sahabat -raḍyallāhu 'anhum- · Keutamaan dan Adab