Islam > Hadis > Akidah > Wahai Amirul Mukminin, sesungguhnya Allah -Ta'ālā- telah berfirman kepada Nabi-Nya -ṣallal…
Hadis sahihDiperbarui pada 26 Oktober 2026 pukul 23.26
📖 1 menit bacaعن عبد الله بن عباس رضي الله عنهما قال: قَدِم عُيَينَة بن حِصنٍ، فَنزَل على ابنِ أَخِيه الحُرِّ بن قَيسٍ، وكان من النَّفَر الذين يُدنِيهِم عمر رضي الله عنه ، وكان القُرَّاء أصحاب مَجلِس عُمر رضي الله عنه ومُشاوَرَتِه كُهُولا كانوا أو شُبَّانًا، فقال عيينة لابن أَخِيه: يَا ابن أخي، لك وَجْه عند هذا الأمير فَاسْتَأذِن لِي عليه، فَاسْتَأذَن فَأَذِن لَه عُمر، فَلَمَّا دَخَل قال: هي يا ابن الخطَّاب، فَوالله مَا تُعطِينَا الجَزْلَ ولا تَحكُمُ فِينَا بِالعَدلِ، فغضب عمر رضي الله عنه حَتَّى هَمَّ أَنْ يُوقِعَ بِه، فقال له الحُرُّ: يا أمير المؤمنين، إنَّ الله تعالى قال لِنَبِيِّه صلى الله عليه وسلم : {خذ العفو وأمر بالعرف وأعرض عن الجاهلين}، وإِنَّ هذا مِن الجَاهِلِين، والله مَا جَاوَزَها عُمر حِين تَلاَهَا، وكان وَقَّافًا عند كِتَاب الله تعالى .
Sahabat yang mulia, Abdullah bin 'Abbās -raḍiyallāhu 'anhumā- menceritakan kepada kita mengenai peristiwa yang terjadi pada Umar bin Al-Khaṭṭab -raḍiyallāhu 'anhu-, yaitu ketika 'Uyainah bin Ḥishn datang dan ia salah seorang tokoh dari kaumnya. Ia memulai pembicaraan kasarnya dengan serangan, pengingkaran dan celaan lalu di akhiri dengan cercaan dengan mengucapkan, "Sesungguhnya engkau tidak berbuat banyak terhadap kami dan tidak menetapkan hukum di antara kami dengan adil." Tentu saja Umar marah sekali hingga hampir saja ia memukulnya. Hanya saja beberapa orang yang pandai membaca Al-Qur`ān berdiri, di antaranya anak dari saudara 'Uyainah, yaitu Al-Ḥurr bin Qais, ia berbicara kepada khalifah yang lurus -raḍiyallāhu 'anhu-, "Wahai Amirul Mukminin, sesungguhnya Allah -Ta'ālā- berfirman kepada Nabi-Nya -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-, "Berikanlah maaf, perintahkanlah untuk berbuat baik, dan berpalinglah dari orang-orang jahil." Sesungguhnya orang ini termasuk orang-orang yang bodoh." Umar diam dan tidak mengabaikan ayat itu karena dia (Umar -raḍiyallāhu 'anhu wa arḍahu-) adalah orang yang teliti terhadap Al-Qur`ān. Dia berhenti dan tidak memukul orang itu demi ayat yang dibacakan ke pendengarannya. Inilah adab para sahabat -raḍiyallāhu 'anhum- di hadapan Al-Qur`ān. Mereka tidak mengabaikannya. Jika dikatakan kepada mereka, "Ini firman Allah," mereka pun diam bagaimanapun keadaannya.
Kategori : Keutamaan Para Sahabat -raḍiyallāhu 'anhum- · Akidah · Politik Islam · Kewajiban-kewajiban Pemimpin · Sistem Musyawarah dalam Islam · Dakwah dan Ḥisbah · Para Sahabat