Islam > Hadis > Akidah > Usaid bin Ḥuḍair sedang membaca (Al-Qur`ān) di tempat penyimpanan kurma, tiba-tiba kudanya…
Hadis sahihDiperbarui pada 26 Oktober 2026 pukul 23.26
📖 2 menit bacaعن أبي سعيد الخدري رضي الله عنه : أنَّ أُسَيْد بن حُضَيْر بينما هو ليلةً يَقْرأ في مَرْبَدِه، إذ جالَتْ فَرَسُه، فقرأ، ثم جالَتْ أخرى، فقرأ، ثم جالَتْ أيضا، قال أُسَيْد: فخشيتُ أن تَطَأَ يحيى، فقمتُ إليها، فإذا مِثلُ الظُّلَّة فوق رأسي فيها أَمْثال السُّرُج، عَرَجَتْ في الجَوِّ حتى ما أراها، قال: فغدوتُ على رسول الله صلى الله عليه وسلم ، فقلت: يا رسول الله بينما أنا البارِحَةَ من جَوْف الليل أقرأ في مِرْبَدي، إذ جالَتْ فَرَسي، فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم : «اقرأ ابنَ حُضَيْر» قال: فقرأتُ، ثم جالَتْ أيضًا، فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم : «اقرأ ابنَ حُضَيْر» قال: فقرأتُ، ثم جالَتْ أيضًا، فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم : «اقرأ ابنَ حُضَيْر» قال: فانصرفتُ، وكان يحيى قريبًا منها، خشيتُ أن تَطَأَه، فرأيتُ مثل الظُّلَّة فيها أمْثال السُّرُج، عَرَجَتْ في الجَوِّ حتى ما أراها، فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم : «تلك الملائكةُ كانت تستمِعُ لك، ولو قرأتَ لأصبحَتْ يراها الناسُ ما تَسْتَتِرُ منهم».
Suatu malam Usaid bin Ḥuḍair -raḍiyallāhu 'anhu- sedang membaca Al-Qur`ān di tempat penyimpanan kurma, sedangkan kudanya terikat di sampingnya, dan Yahya, putranya sedang tidur di sisinya. Ketika Usaid membaca, kuda bergerak dan meronta-ronta. Ketika dia diam, kuda pun tenang. Lantas Usaid membaca satu kali lagi, kuda itu pun bergerak dan meronta-ronta. Demikianlah terjadi tiga kali. Usaid khawatir kuda itu akan menginjak Yahya, putranya. Ia pun menghentikan bacaan dan berdiri menuju kudanya untuk melihat sebab gerakannya. Selanjutnya dia melihat di atasnya ada seperti satu awan yang di dalamnya terdapat hal-hal yang menyerupai pelita. Awan itu lalu naik ke langit hingga Usaid tidak bisa lagi melihatnya. Pada pagi harinya, Usaid pergi kepada Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- lalu menceritakan apa yang terjadi. Lantas Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda kepadanya untuk menghilangkan ketakutannya, menjelaskan kepadanya mengenai ketinggian derajatnya, dan menegaskan kepadanya hal yang menambah ketenangannya, "Bacalah, wahai Ibnu Ḥuḍair." Beliau mengucapkannya tiga kali untuk penegasan. Yakni, ulangilah dan bacalah selalu Alquran yang menyebabkan terjadinya kondisi ajaib ini. Hal ini sebagai pemberitahuan bahwa dia tidak perlu meninggalkan bacaan Alquran jika hal itu terjadi kepadanya di masa mendatang, akan tetapi ia hendaknya terus-menerus membacanya karena besarnya keutamaannya. Selanjutnya Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- menerangkan bahwa para malaikat itu menyimak bacaan Alqurannya, dan seandainya dia membacanya sampai pagi, niscaya orang-orang akan melihat para malaikat tersebut tanpa ada tabir penghalang.
Kategori : Keutamaan Para Sahabat -raḍiyallāhu 'anhum- · Akidah · Iman Kepada para Malaikat · Para Sahabat · Malaikat