Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- pernah tidur dalam kondisi junub menyentuh air (…

Islam > Hadis > Fikih dan usul fikih > Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- pernah tidur dalam kondisi junub menyentuh air (…

Hadits diriwayatkan oleh Diriwayatkan oleh Ibnu Mājah - Diriwayatkan oleh Tirmiżi - Diriwayatkan oleh Nasā`i - Diriwayatkan oleh Abu Daud - Diriwayatkan oleh Ahmad

Hadis sahih

Diperbarui pada 26 Oktober 2026 pukul 23.26

📖 1 menit baca

Teks hadits: Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- pernah tidur…

عن عائشة رضي الله عنها قالت: «كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يَنَام وهو جُنُب من غِير أن يَمَسَّ ماء».

Penjelasan hadits: Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- pernah tidur…

Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- pernah tidur setelah bersenggama tanpa mengambil air untuk wudu, mandi, ataupun membasuh kemaluannya. Keumuman pemakaian air tersebut bisa difahami dari kata "mā`an" yang nakirah datang setelah nafi. Kemungkinan kedua adalah beliau tidak mengambil air untuk mandi junub, tetapi ambil air untuk wudu dan ini sesuai dengan hadis-hadis di sahih Bukhari dan sahih Muslim yang dengan jelas menyebutkan bahwa beliau mengambil air untuk membasuh kemaluan dan wudu sebelum tidur, makan, minum dan bersenggama lagi.

Di antaranya adalah hadis Ibnu Umar, "Umar pernah bertanya, 'Wahai Rasulullah, bolehkah seseorang dari kami tidur dalam kondisi junub?' Beliau menjawab, "Boleh, jika ia telah berwudu." (Muttafaq 'alaih).

Dan dari 'Ammār bin Yāsir, "Sesungguhnya Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- memberi keringanan untuk orang yang dalam kondisi junub jika ingin makan, minum, atau tidur, cukup dengan berwudu saja, seperti wudu hendak salat. (HR. Ahmad dan Tirmiżi dan ia memandang hadis ini sahih). Namun takwil ini tertolak dengan keumuman hadis di atas.

Kesimpulan terbaik adalah bahwa Rasululllah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- terkadang tidak mengambil air sama sekali untuk menunjukkan bahwa itu boleh, karena jika beliau terus-menerus melakukannya, bisa-bisa dianggap suatu kewajiban. Ini semua dalam upaya mempermudah umat dan meringankan mereka dalam menjalankan agama.

Kategori : Fikih Ibadah · Ṭahārah · Fikih dan Uṣūl Fikih · Mandi

بسم الله الرحمن الرحيم Sel 15 Jumadil Awal
الثلاثاء 15 جمادى الأولى
بدر Bulan Purnama Hari 16.5 / 29.5
Iluminasi 96%
Bulan baru dalam 13 hari
الحمد لله Segala puji bagi Allah

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.

QS. Al-Ahzab: 56

Shalawat Nabi