Sesungguhnya walā' (perwalian) untuk orang yang memerdekakan.

Islam > Hadis > Fikih dan usul fikih > Sesungguhnya walā' (perwalian) untuk orang yang memerdekakan.

Hadits diriwayatkan oleh Muttafaq 'alaih

Hadis sahih

Diperbarui pada 26 Oktober 2026 pukul 23.26

📖 2 menit baca

Teks hadits: Sesungguhnya walā' (perwalian) untuk orang yang memerde…

عن عائشة بنت أبي بكر رضي الله عنهما قالت: كانت في بريرة ثلاث سنن:
خُيِّرَتْ على زوجها حين عتقت.
وأُهْدِيَ لها لحم، فدخل علي رسول الله صلى الله عليه وسلم والبُرْمَةُ على النار، فدعا بطعام، فَأُتِيَ بخبز وأُدْمٌ من أدم البيت، فقال: ألم أَرَ البرمة على النار فيها لحم؟ قالوا: بلى، يا رسول الله، ذلك لحم تُصدِّق به على بريرة، فكرهنا أن نطعمك منه، فقال: هو عليها صدقة، وهو منها لنا هدية.
وقال النبي صلى الله عليه وسلم فيها: إنما الوَلاء لمن أعتق».

Penjelasan hadits: Sesungguhnya walā' (perwalian) untuk orang yang memerde…

Aisyah -raḍiyallāhu 'anhā- menyebutkan keberkahan mantan budak perempuannya yaitu Barirah. Aisyah senang dengan transaksi yang mendekatkannya kepada Barirah, di mana Allah -Ta'ālā- memberlakukan sebagian hukum-hukum-Nya yang lurus berupa tiga sunnah melalui Barirah. (Ketiganya) tetap menjadi syariat umum sepanjang masa. Pertama: dia dimerdekakan dalam kekuasaan suaminya yang masih menjadi hamba sahaya (Mugīṡ). Lantas dia (Barirah) diberi pilihan antara tetap tinggal bersama suaminya berdasarkan pernikahan pertama atau berpisah dengannya. Ternyata dia memilih dirinya sendiri karena suaminya menjadi tidak kufu` (setara) lagi dengannya dalam derajat. Sebab, dia (Barirah) sudah merdeka, sedangkan suaminya masih menjadi hamba sahaya. Al-Kafā`ah (kesetaraan) di sini merupakan sesuatu yang menjadi pertimbangan. Lantas dia memilih dirinya sendiri dan membatalkan pernikahannya sehingga hal ini menjadi sunnah bagi selainnya. Kedua: dia (Barirah) mendapatkan sedekah daging saat dia masih berada di rumah tuannya, Aisyah. Tiba-tiba Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- masuk pada saat daging sedang dimasak di dalam periuk. Lantas beliau meminta makanan lalu dibawakan kepada beliau roti dan salad lauk pauk yang biasanya selalu mereka pakai. Mereka tidak membawakan daging yang disedekahkan kepada Barirah karena mereka tahu bahwa beliau tidak makan sedekah. Beliau bersabda, "Aku tidak melihat periuk yang di dalamnya ada daging?" Mereka menjawab, "Ya. Sesungguhnya daging itu disedekahkan kepada Barirah, dan kami tidak suka memberimu makanan dari daging itu." Beliau bersabda, "Daging itu menjadi sedekah baginya. Sedangkan daging itu darinya menjadi hadiah untuk kita." Ketiga: sesungguhnya keluarga Barirah ketika ingin menjualnya (Barirah) kepada Aisyah, mereka mensyaratkan agar walā`nya (hak perwaliannya) untuk mereka supaya mereka mendapatkan kebanggaan dengannya ketika walā' itu disandangkan kepada mereka, dan mungkin saja dengan walā` itu mereka memperoleh manfaat materil berupa warisan, pertolongan dan sebagainya. Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, "Sesungguhnya hak perwalian itu untuk orang yang memerdekakan." Bukan milik yang menjual dan bukan juga milik selainnya. Perwalian adalah hubungan antara tuan pemilik dan budak setelah dia dimerdekakan. Maka sang tuan mewarisi (mantan) budaknya jika ia tidak memiliki ahli waris, atau masih ada warisan yang tersisa setelah semua aṣḥābul furūḍ mengambil bagian mereka masing-masing.

Kategori : Fikih Muamalah · Memerdekakan Budak · Fikih dan Uṣūl Fikih

بسم الله الرحمن الرحيم Sel 15 Jumadil Awal
الثلاثاء 15 جمادى الأولى
بدر Bulan Purnama Hari 16.5 / 29.5
Iluminasi 96%
Bulan baru dalam 13 hari
سبحان الله Maha Suci Allah

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.

QS. Al-Ahzab: 56

Shalawat Nabi